MALANG, DISWAYMALANG.ID--Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi membuka program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) 2026 yang diselenggarakan secara hybrid di Auditorium Gedung FILKOM Universitas Brawijaya (UB), Rabu (11/3).
Program strategis ini merupakan hasil kolaborasi lintasinstitusi antara Komdigi dengan tiga universitas besar, yakni Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan pertumbuhan peserta yang sangat signifikan. Jika pada tahun sebelumnya hanya diikuti oleh 43 peserta, tahun ini jumlahnya melonjak drastis menjadi 98 peserta.
BACA JUGA:Desainer Ungkap Makna Logo HUT ke-112 Kota Malang, Dari Sudut 14 Derajat hingga Air Mancur Alun-Alun
Penambahan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para talenta muda untuk mendalami teknologi AI yang tidak hanya fokus pada kecakapan teknis, tetapi juga implementasi solusi nyata bagi masyarakat.
Perwakilan Komdigi, Said Mirza Pahlevi, menjelaskan bahwa AITF dirancang untuk mencetak unggulan di industri komunitas melalui pengembangan solusi AI yang aplikatif. Program ini berfokus pada beberapa use case atau studi kasus nyata yang ada di wilayah Jawa Timur.
Pada fase lokakarya (workshop) pertama, para peserta akan didampingi langsung oleh tim teknis Komdigi yang berperan sebagai mentor.
“Kami tidak sekadar datang sebagai penyelenggara, tetapi juga hadir mendampingi langsung sebagai mentor. Workshop ini diharapkan mampu mendorong peserta menggunakan teknologi berbasis AI secara solutif untuk menjawab berbagai tantangan daerah,” ujar Mirza Pahlevi sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Pemerintah Provinsi hingga para mitra universitas.
BACA JUGA:Wali Kota Wahyu Hidayat Resmikan Logo HUT ke-112 Kota Malang, Simbol “Ngalam Mbois Berkelas
BACA JUGA:Dosen UNISMA Sabet Juara 2 LPTNU Awards 2026, Inovasi Mikroorganisme Tanah Jadi Sorotan
Senada dengan hal tersebut, Prof Diana Purwitasari selaku Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas ITS mengungkapkan bahwa dari total lebih dari 80 kelompok yang mendaftar, terpilih 40 kelompok mahasiswa terbaik yang resmi bergabung dalam AITF 2026.
Para mahasiswa ini berasal dari berbagai latar belakang studi, mulai dari Teknik Informatika, Rekayasa Kecerdasan Artifisial, hingga Rekayasa Perangkat Lunak.
Selain fokus pada pengembangan teknologi, program ini juga menyoroti isu-isu krusial seperti penanganan disinformasi, ujaran kebencian, hingga perlindungan anak di ranah digital. Prof. Diana berharap hasil karya mahasiswa dalam program ini tidak hanya berhenti di dalam kelas sebagai tugas akademik.
“Semoga ini bisa menambah portofolio mereka ketika lulus nanti. Produk yang dihasilkan diharapkan tidak hanya digunakan di lingkungan kampus, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan oleh para stakeholder untuk mengatasi masalah nyata di lapangan,” tutur Prof. Diana.
BACA JUGA:UNISMA Buka Prodi Sains Lingkungan, Rektor Ungkap Kampus Tembus Peringkat 51 Nasional versi SCImago