MALANG, DISWAYMALANG.ID–Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dan umumnya ditandai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam pada kulit. Penyakit Campak biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7–14 hari, sehingga pengobatan yang dilakukan umumnya bersifat suportif atau bertujuan meredakan gejala selama masa pemulihan.
Meski demikian, beberapa langkah perawatan di rumah dapat membantu penderita merasa lebih nyaman sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. Berikut cara yang dapat dilakukan:
1. Istirahat yang Cukup
Penderita campak dianjurkan untuk memperbanyak waktu istirahat. Tidur yang cukup dapat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi virus.
2. Memperbanyak Asupan Cairan
Demam yang menyertai campak dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Karena itu, penderita disarankan minum banyak air putih, air kelapa, atau minuman bernutrisi. Pada bayi, cairan dapat diperoleh dari ASI atau susu formula.
3. Mengonsumsi Makanan Bergizi
Nutrisi yang cukup sangat penting untuk membantu proses pemulihan. Buah, sayur, serta makanan yang mengandung protein dan vitamin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh seperti: kaya vitamin A (wortel, bayam, brokoli), vitamin C ( jeruk, jambu biji), dan protein tinggi (ayam, ikan, telur, tahu, tempe) guna mempercepat perbaikan jaringan.
BACA JUGA:Tren Matcha di Kalangan Gen Z, Benarkah Bisa Memicu Risiko Anemia?
4. Menggunakan Obat Penurun Demam
Untuk mengatasi demam dan rasa tidak nyaman, obat seperti Paracetamol atau Ibuprofen dapat digunakan sesuai dengan anjuran dosis. Namun, penggunaan aspirin pada anak-anak sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko sindrom Reye.
5. Mengonsumsi Vitamin A
Pemberian vitamin A sering dianjurkan pada penderita campak, terutama anak-anak. Vitamin ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko komplikasi.
6. Merawat Mata yang Teriritasi
Campak sering menyebabkan mata merah dan berair. Membersihkan mata dengan kain lembut yang dibasahi air hangat dapat membantu mengurangi iritasi.
7. Menghindari Paparan Asap Rokok
Asap rokok dapat memperparah batuk dan iritasi pada saluran pernapasan. Oleh karena itu, penderita sebaiknya berada di lingkungan yang bersih dan bebas dari asap rokok.
8. Melakukan Isolasi Sementara
Karena campak sangat mudah menular, penderita sebaiknya beristirahat di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain hingga kondisi membaik.
9. Segera Periksa ke Dokter Jika Gejala Memburuk
Jika muncul gejala serius seperti sesak napas, kejang, diare berat, atau tanda dehidrasi, penderita perlu segera mendapatkan pemeriksaan dari tenaga medis.
BACA JUGA:Sering Dianggap Sepele, 9 Kebiasaan Ini Bisa Memicu Risiko Kanker!
BACA JUGA:Tips Perawatan Tubuh: 9 Cara Mudah Mendapatkan Kulit Cerah Secara Alami
Selain perawatan di rumah, pencegahan juga menjadi langkah penting untuk menghindari penularan campak. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui imunisasi menggunakan MMR vaccine, yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus campak.