27 April Hari Tapir Sedunia, Ini 9 Fakta Hewan yang Juga Disebut Badak Babi
27 April diperingati sebagai Hari Tapir Sedunia--Pinterest
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Tapir Sedunia atau World Tapir Day. Hewan yang satu ini memang sering kalah populer dibandingkan gajah, harimau, atau orang utan, padahal keberadaannya sangat krusial bagi keseimbangan ekosistem hutan tropis, termasuk di Indonesia.
Tapir juga disebut Tenuk sering dijuluki sebagai hewan gado-gado karena bentuk fisiknya yang terlihat seperti gabungan beberapa binatang. Tubuhnya mirip babi, mulutnya mirip trenggiling, telinganya mirip badak.
Namun, di balik penampilannya yang unik dan cenderung pemalu, tapir adalah salah satu mamalia tertua yang masih bertahan di muka bumi. Mengingat habitatnya yang terus menyempit, mengenal lebih jauh tentang sosok tapir adalah langkah awal untuk membantu menjaga kelestarian mereka di masa depan.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Wajah Polos, Ini Alasan Hari Tanpa Makeup 26 April Perlu Dirayakan
BACA JUGA:Ikan Sapu-Sapu Jadi Perbincangan di Sosial Media, Yuk Kenali Lebih Dalam
Sejarah Singkat Hari Tapir Sedunia
Hari Tapir Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 2008 oleh sekelompok aktivis dan pengamat lingkungan yang merasa bahwa tapir kurang mendapatkan perhatian dalam agenda konservasi global. Meskipun perannya sangat vital, populasi tapir terus merosot akibat deforestasi, perburuan liar, dan fragmentasi habitat.

27 April diperingati sebagai Hari Tapir Sedunia--Pinterest
Tanggal 27 April dipilih sebagai momentum untuk mengedukasi masyarakat bahwa menyelamatkan tapir berarti juga menyelamatkan area hutan yang luas. Tanpa aksi nyata, hewan purba ini dikhawatirkan hanya akan menjadi legenda di masa depan. Gerakan ini kini telah berkembang menjadi aksi global yang didukung oleh berbagai kebun binatang dan organisasi konservasi di seluruh dunia.
9 Fakta Menarik Tentang Tapir
1. Si Arsitek Hutan Sejati
Tapir memegang peran penting dalam regenerasi hutan karena kebiasaannya memakan banyak buah dan biji-bijian. Setelah makan, mereka akan berpindah tempat dan menyebarkan benih tanaman melalui kotorannya.
Karena daya jelajahnya yang luas, tapir secara efektif membantu tumbuhnya pohon-pohon baru di berbagai sudut hutan yang sulit dijangkau manusia.
BACA JUGA:Rayakan Hari Bahasa Inggris 23 April Inilah Alasan Mengapa Kemampuan Bahasa Asing Sangat Krusial
Sumber: berbagai sumber




