Tren Matcha di Kalangan Gen Z, Benarkah Bisa Memicu Risiko Anemia?

Jumat 06-03-2026,16:01 WIB
Reporter : Nafisa Azzaro
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Minuman matcha kini semakin populer di kalangan Generasi Z. Berbagai varian seperti matcha latte hingga iced matcha banyak dijual di kafe dan sering muncul dalam konten media sosial. Selain dikenal memiliki rasa khas, matcha juga sering dianggap sebagai minuman yang lebih sehat dibandingkan minuman lain.

Matcha merupakan bubuk teh hijau yang kaya akan antioksidan. Kandungan tersebut dipercaya dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas serta memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, di balik manfaatnya, konsumsi matcha yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak tertentu bagi tubuh.

BACA JUGA:Brekout Tiba-Tiba Muncul? Ini Tips Efektif untuk Mengatasinya

BACA JUGA:Hari Obesitas Sedunia 4 Maret: Menjadikan Momen Puasa sebagai Awal Perjalanan Diet Sehat

Matcha mengandung tanin dan katekin, yaitu senyawa polifenol yang dapat memengaruhi proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Tanin dapat mengikat zat besi, terutama jenis non-heme yang banyak ditemukan pada makanan berbasis tumbuhan. Ketika zat besi terikat oleh tanin di saluran pencernaan, tubuh menjadi lebih sulit menyerap nutrisi tersebut.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama, penyerapan zat besi yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko terjadinya Anemia Defisiensi Besi. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mengalami gejala seperti mudah lelah, pusing, pucat, hingga berdebar-debar.

Meskipun demikian, matcha tetap dapat dikonsumsi dengan aman selama tidak berlebihan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar konsumsi matcha tidak mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh.

BACA JUGA:Tips Body Goals Sehat: Pola Hidup Aktif dan Nutrisi yang Tepat

BACA JUGA:Bukan Cuma Skincare! Ini 9 Rahasia agar Tetap Young and Fresh

Cara Mengonsumsi Matcha dengan Aman:

  • Beri Jeda Waktu Hindari meminum matcha bersamaan atau segera setelah makan. Sebaiknya tunggu sekitar 1–2 jam sebelum atau sesudah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan yang kaya zat besi.
  • Konsumsi Secara Moderat Batasi konsumsi matcha, maksimal satu cangkir per hari, terutama bagi individu yang memiliki risiko anemia.
  • Padukan dengan Vitamin C Untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi, konsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, atau paprika.

BACA JUGA:Deretan Manfaat Pure Matcha untuk Kesehatan: Detok Alami, Baik untuk Jantung dan Hati

Dengan pola konsumsi yang bijak, matcha tetap dapat menjadi minuman yang menyehatkan tanpa menimbulkan risiko bagi tubuh. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memperhatikan keseimbangan nutrisi dan pola konsumsi sehari-hari.

Tags :
Kategori :

Terkait