1 tahun disway

IIBF Kota Malang: Forum Pebisnis Muslim yang Tak Hanya Bicara Bisnis, Tapi Juga Keluarga dan Peran Sosial

IIBF Kota Malang: Forum Pebisnis Muslim yang Tak Hanya Bicara Bisnis, Tapi Juga Keluarga dan Peran Sosial

IIBF saat mengadakan acara ifthar gathering--

MALANG, DISWAYMALANG .ID–Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) menjadi salah satu komunitas yang mewadahi para pebisnis Muslim di Indonesia. Tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, forum ini juga fokus pada pembinaan kader secara menyeluruh, mulai dari kualitas individu, keluarga, hingga peran sosial para pelaku usaha.

Plt Ketua IIBF Kota Malang, Hildan Fathony, menjelaskan bahwa kaderisasi menjadi fokus utama organisasi tersebut. Menurutnya, setiap anggota yang bergabung tidak hanya dibina dalam aspek bisnis, tetapi juga dalam kehidupan pribadi.

“IIBF itu mewadahi para pebisnis Islam di Indonesia. Fokus utama kami adalah kaderisasi. Kader yang sudah masuk IIBF benar-benar kami kelola, mulai dari kualitas individu, hubungan dengan keluarganya, perkembangan bisnisnya, sampai peran mereka di masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:Tarif 0% Ekspor Tekstil RI ke AS Bakal Berdampak Positif ke 4 Juta Pekerja dan Keluarga

Hildan mengatakan bahwa perhatian terhadap kondisi keluarga para pebisnis juga menjadi bagian penting dalam pembinaan di IIBF. Hal ini karena keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan sebuah usaha.

“Kenapa sampai urusan keluarga juga dibahas dan kita bantu? Karena secara tidak sadar keluarga sangat berefek terhadap bisnis. Jika bisnis bagus tapi keluarga bermasalah, biasanya bisnisnya juga akan bermasalah,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa IIBF bukan sekadar komunitas yang berkumpul tanpa arah, melainkan memiliki berbagai program pembinaan bagi para anggotanya. Dalam pelaksanaannya, sekitar 80 persen program IIBF difokuskan untuk kader, sementara 20 persen lainnya diarahkan untuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA:Perjanjian Perdagangan Timbal Balik: 1.819 Produk Asal Indonesia Bebas Biaya Masuk ke AS

Salah satu contoh nyata program pengabdian tersebut adalah pendampingan kepada pelaku usaha difabel. Hildan menyebut, kader IIBF pernah mendampingi seorang penjahit difabel dalam mengembangkan usahanya.

“Kami pernah memiliki volunteer kader IIBF yang mendampingi seorang penjahit difabel. Usahanya didampingi mulai dari skala kecil hingga akhirnya bisa meraih keuntungan hampir dua kali lipat,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan IIBF juga memiliki dampak tidak langsung bagi perkembangan ekonomi daerah. Ketika para pebisnis dapat dikelola dengan baik, maka pertumbuhan usaha akan meningkat dan memberikan efek berantai bagi masyarakat.

BACA JUGA:Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Februari 2026, Ini Jadwal dan Bank Penyalurnya

“Jika pebisnisnya ter-manage dengan baik dan omzetnya meningkat, otomatis penerimaan negara dari pajak juga akan naik. Selain itu, ketika bisnis berkembang mereka akan membutuhkan karyawan, sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” katanya.

Ia menambahkan, meskipun IIBF berfokus pada segmen pelaku usaha, dampaknya tetap bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Sumber: