Masuk RPJMD 2025–2029, Penataan Soehat Ditargetkan Rampung 2029

Minggu 01-03-2026,18:54 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID--Pemerintah Kota Malang memastikan penataan kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) menjadi prioritas pembangunan lima tahun ke depan. Program tersebut resmi tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan ditargetkan terealisasi maksimal pada 2029.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang R Dandung Djulharjanto menyatakan, saat ini pihaknya tengah menyusun draf Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) sebagai dasar teknis penataan kawasan.

“Karena sudah masuk RPJMD, kami menyusun draf RTBL sebagai pedoman penataan,” ujarnya, melalui saluran online whatsapp, Minggu (1/3).

BACA JUGA:Mengenang Serangan Umum 1 Maret 1949: Sejarah Penting Penegakan Kedaulatan Negara

Penataan kawasan Soehat diselaraskan dengan visi-misi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. Pemerintah juga mengusulkan pembiayaan melalui skema National Urban Transformation Project (NUTP) agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Meski demikian, kalangan dunia usaha mengingatkan agar penataan tidak berhenti pada aspek fisik dan estetika. Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Malang, Djoko Prihatin, menilai proyek tersebut harus berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengingatkan agar Pemkot Malang tidak mengulang pola pembangunan yang dinilai belum optimal secara ekonomi, seperti pengelolaan Malang Creative Center (MCC).

BACA JUGA:Kediaman Luluh Lantak Dirudal AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Keluarga Terbunuh

“Saya khawatir hanya euforia sesaat. Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah harus memikirkan peningkatan PAD,” tegasnya.

Djoko menyarankan agar pemkot belajar dari keberhasilan Kajoetangan Heritage yang dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi dan kontribusi terhadap PAD.

Pelaku usaha di kawasan Soehat juga menyoroti kondisi fisik yang dinilai belum tertata. Annisa Damayanti menyebut pasca-pembenahan drainase, kawasan justru terasa lebih panas, berdebu, dan kurang rapi.

“Penghijauan perlu dikembalikan. Kabel dan tiang listrik juga masih semrawut,” ujarnya.

BACA JUGA:108 Siswi SD di Iran Juga Terbunuh, Garda Revolusi Balas Gempur Habis-habisan 27 Pangkalan AS dan Israel

Masukan tersebut menjadi catatan penting sebelum penataan skala besar dilakukan. Dunia usaha berharap revitalisasi Soehat tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi mampu menciptakan ruang publik yang nyaman sekaligus menggerakkan ekonomi kota secara berkelanjutan.

Dengan masuknya proyek ini dalam RPJMD, Pemkot Malang kini dituntut memastikan penataan Soehat tidak hanya menjadi proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi wajah kota dan peningkatan pendapatan daerah.

Tags :
Kategori :

Terkait