Pemdes Bulukerto Grand Launching Batik Kamulyan, Batik Tulis Premium Bermotif Elang Jawa

Minggu 01-03-2026,15:12 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

BUMIAJI, DISWAYMALANG.ID–Sebuah langkah besar dalam menyelaraskan konservasi alam dengan pemberdayaan ekonomi lahir dari jantung Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Sabtu sore (28/02), bertempat di Pendopo Alit Desa Bulukerto, Pemdes setempat resmi meluncurkan Batik Kamulyan, sebuah produk batik tulis premium yang mengusung misi pelestarian satwa langka Elang Jawa. Satwa ini tinggal tiga ekor di wilayah Desa Bulukerto.

BACA JUGA:Visi Mbatu Sae Terakselerasi, DLH Kota Batu Catat Lonjakan Kepatuhan Lingkungan dan Prestasi Hijau

​Batik Kamulyan bukan sekadar komoditas fashion. Nama "Kamulyan" sendiri diambil dari filosofi Sumber Umbul Gemulo, yang juga dikenal sebagai area konservasi yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat Bulukerto. "Mulyo" merepresentasikan kemuliaan, kesejahteraan, dan martabat.

​Ikon utama batik ini adalah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), spesies endemik yang habitatnya kini tersisa di kawasan Gunung Pucung, Desa Bulukerto.

Kepala Desa Bulukerto Suhermawan mengungkapkan, pemilihan motif ini merupakan bentuk dedikasi desa terhadap lingkungan.


Kepala Desa Suhermawan beserta Istri menyerahakan tumpeng kepada Ketua Dekranasda Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman saat launching Batik Kamulyan.-Istimewa-

BACA JUGA:Balas Israel-AS, Iran Rudal Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, Abu Dhabi, dan Qatar

​"Sejak 2023, kami bekerja sama dengan BKSDA untuk menjaga populasi Elang Jawa yang kini hanya tersisa tiga ekor di wilayah kami. Batik Kamulyan adalah sinkronisasi nyata antara visi ekologi 'Batu SAE' dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Suhermawan dalam sambutannya.

​Acara Grand Launching ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, serta perwakilan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadiran berbagai elemen ini menandakan kuatnya sinergi pentahelix dalam membangun desa wisata Bulukerto.

​Dian Fachroni, Plt Kadis Kumperindag sekaligus kepala DLH Kota Batu menyampaikan apresiasi atas keunikan identitas batik ini. Pemerintah Kota Batu pun telah menyiapkan empat program strategis untuk membawa Batik Kamulyan "Naik Kelas":

BACA JUGA:Mengenang Serangan Umum 1 Maret 1949: Sejarah Penting Penegakan Kedaulatan Negara

  1. ​Peningkatan Kapasitas: Pelatihan teknis, sertifikasi kompetensi, dan fasilitasi sertifikasi halal.
  2. ​Akses Pasar: Pembangunan gerai UMKM di tiap kecamatan dan promosi nasional melalui Dekranasda.
  3. ​Program 365 Up: Pendampingan intensif satu tahun untuk tata kelola usaha profesional.
  4. ​Kolaborasi Riset: Kerjasama berkelanjutan dengan UMM untuk inovasi pariwisata desa.

​Meski baru diresmikan, Batik Kamulyan telah membuktikan kualitasnya dengan menyabet Juara 3 pada Jambore PKK Kota Batu. Keberhasilan ini menjadi modal kuat bagi para ibu pembatik desa untuk terus berinovasi.

​Tak hanya di bidang ekonomi kreatif, peluncuran ini juga dibalut rasa syukur atas prestasi Desa Bulukerto yang meraih Juara 1 Nasional Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Penghargaan dari Menteri Desa dan BNN RI tersebut menegaskan bahwa Bulukerto adalah desa yang unggul secara sosial maupun ekonomi.


Kepala Desa Suhermawan, Ketua Dekranasda Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman, dan Ketua Perwosi Ridja Heli Suyanto.-Ist-

BACA JUGA:Netanyahu Klaim Serangan untuk Lumpuhkan Potensi Nuklir, Iran Balas Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel

​Sementara itu, ​Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman berharap Batik Kamulyan menjadi identitas yang melekat bagi warga.

"Saya ingin perangkat desa dan lembaga adat menjadi pionir dengan mengenakan batik ini. Identitas Elang Jawa ini sangat kuat dan tidak dimiliki daerah lain," tuturnya.

​Dengan resmi diluncurkannya Batik Kamulyan, Desa Bulukerto kini memiliki "napas" baru dalam pembangunan berkelanjutan. Sebuah pesan kuat dikirimkan dari lereng Gunung Arjuno: bahwa kemuliaan hidup dapat diraih tanpa harus mengorbankan kelestarian alam.

Tags :
Kategori :

Terkait