Mereka menegaskan bahwa komentar Huckabee bertentangan dengan Piagam PBB serta upaya deeskalasi perang Gaza dan pencapaian solusi politik yang komprehensif. Arab Saudi secara spesifik menyebut kata-kata sang duta besar sebagai tindakan yang "gegabah" dan "tidak bertanggung jawab". Sementara itu, Yordania menilainya sebagai "serangan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan".
BACA JUGA:Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian di Palestina, Menlu RI: Pengakuan Dunia
Pihak Otoritas Palestina turut memberikan tanggapan melalui media sosial X. "Kata-kata Huckabee bertentangan dengan penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap (Israel,Red) yang mencaplok Tepi Barat," tegas perwakilan Otoritas Palestina.
Kementerian Luar Negeri Mesir juga menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya. Di sisi lain, Iran melalui Kementerian Luar Negerinya menuduh Huckabee mengungkap "keterlibatan aktif Amerika" dalam apa yang mereka sebut sebagai "perang agresi ekspansionis" Israel terhadap Palestina.
Meskipun mendapat kecaman luas, Ketua Parlemen Israel, Amir Ohana, justru memuji sikap pro-Israel Huckabee dalam wawancara tersebut dan menuduh Tucker Carlson telah melakukan manipulasi serta kebohongan. Hingga saat ini, Huckabee belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai komentarnya soal ayat Alkitab tersebut di media sosialnya.