MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap 18 Februari, Hari Pluto Sedunia diperingati sebagai momen untuk kembali membahas Pluto, benda langit yang dulu dikenal sebagai planet kesembilan di Tata Surya.
Meski statusnya kini berubah, Pluto tetap menjadi topik yang sering memancing rasa penasaran, terutama bagi pencinta astronomi.
Perubahan status Pluto sering dianggap kontroversial. Namun di balik keputusan tersebut, ada perkembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman baru tentang Tata Surya.
BACA JUGA:Tak Penuhi Kriteria MABIMS, Alasan Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 19 Februari 2026
BACA JUGA:Rukyat PBNU Belum Lihat Hilal, Pastikan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026
Sejarah Penemuan Pluto
Pluto kali pertama ditemukan pada tahun 1930 oleh astronom Clyde Tombaugh. Saat itu, Pluto langsung masuk dalam daftar planet dan dikenal sebagai planet kesembilan di Tata Surya.
Ilmuwan Clyde Tombaugh--NMSU Library
Selama puluhan tahun, status ini hampir tidak pernah dipertanyakan, meski ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan planet lain.
Seiring berkembangnya teknologi teleskop dan penelitian luar angkasa, para ilmuwan mulai menemukan banyak benda langit lain di sekitar orbit Pluto. Penemuan ini memunculkan pertanyaan baru tentang apakah Pluto benar-benar berbeda dari objek-objek lain di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Sidang Isbat Putuskan Awal Ramadan Kamis 19 Februari, Karena Hilal Tak Terlihat
Alasan Pluto Dikeluarkan dari Daftar Planet
Pada tahun 2006, International Astronomical Union menetapkan definisi baru tentang planet. Dalam keputusan tersebut, sebuah planet harus memenuhi tiga syarat utama, yaitu mengorbit Matahari, memiliki bentuk hampir bulat, dan mampu membersihkan orbitnya dari benda langit lain.
Pluto hanya memenuhi dua syarat pertama. Di wilayah orbitnya, Pluto masih berbagi jalur dengan banyak objek lain di Sabuk Kuiper dan belum mampu mendominasi lintasannya sendiri.
Karena alasan inilah Pluto kemudian diklasifikasikan sebagai planet katai (jenis benda langit yang mengorbit matahari dan bentuknya hampir bulat, tetapi tidak memenuhi syarat sebagai planet). Keputusan ini sempat menimbulkan perdebatan, tetapi hingga kini masih digunakan dalam dunia astronomi.
BACA JUGA:Ramadan Segera Tiba, Berikut 50 Ucapan Saling Memaafkan untuk Keluarga, Teman, dan Rekan Kantor