1 tahun disway

Penting bagi Penyintas Diabet, Cara Aman Jaga Gula Darah saat Berbuka Puasa

Penting bagi Penyintas Diabet, Cara Aman Jaga Gula Darah saat Berbuka Puasa

Ilustrasi kombinasi makanan tinggi gula saat berbuka dan hasil cek gula darah yang menunjukkan lonjakan, menggambarkan risiko glucose spike pada Ramadan 2026 jika pola makan tidak terkontrol.--Freepik-Google--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Lonjakan gula darah dalam waktu cepat (glucose spike) adalah normal ketika seseorang makan atau minum manis. Seperti juga saat berbuka puasa. Lonjakan gula darah bagi orang yang sehat tidak masalah. Namun rawan bagi penderita diabetes.

Namun demikian, orang normal maupun penyintas diabet perlu mengendalikan glucose spike. Jika tidak, dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan gangguan metabolisme. Bahkan risiko diabetes bagi yang belum, dan risiko diabetes makin parah bagi penyintas penyakit gula.

Saat berbuka, tubuh yang kosong lebih cepat menyerap glukosa. Sehingga terjadi glucose spike. Gula darah melonjak tinggi.

BACA JUGA:9 Masakan Cepat Saji untuk Berbuka Puasa: Praktis, Lezat, dan Mudah Dibuat

Selama puasa, kadar insulin relatif stabil. Tubuh pun dapat beradaptasi dengan energi cadangan. Tapi ketika langsung diberi asupan manis berlebihan, tubuh jadi kaget. Sehingga gula darah melonjak drastis.

Kebiasaan Berbuka yang Memicu Lonjakan Gula

Minum sirup dingin atau teh manis dalam jumlah besar. Itu jadi kebiasaan umum saat berbuka. Ditambah gorengan dan makanan tinggi tepung. Kombinasi tersebut mempercepat lonjakan glukosa.

Karbohidrat sederhana lebih cepat dicerna dibanding serat dan protein. Akibatnya, gula darah naik cepat. Lalu turun drastis. Sehingga tubuh terasa lemas kembali.

BACA JUGA:Bisa Selisih Belasan Jam, Ini Negara dengan Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia,

Dampak Glucose Spike Bagi Tubuh

Lonjakan gula darah bisa membuat tubuh terasa mengantuk. Tidak bertenaga setelah makan. Beberapa orang juga merasakan pusing atau jantung berdebar.

Jika terjadi berulang, kondisi itu dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Dalam jangka panjang, risiko resistensi insulin bisa meningkat.

Cara Aman Berbuka Agar Gula Darah Stabil

Awali berbuka dengan air putih dan kurma secukupnya. Kandungan serat alami membantu pelepasan gula lebih perlahan. Itu jauh lebih baik dibanding mengonsumsi minuman manis buatan.

BACA JUGA:Bau Mulut saat Puasa Ramadan 2026, Ini 9 Tips untuk Mencegahnya

Setelah itu, konsumsi makanan utama yang seimbang. Yakni antara karbohidrat kompleks, protein, dan sayur. Pola itu membantu tubuh mengontrol kenaikan gula darah.

Peran Pola Makan Seimbang selama Ramadan 2026

Memilih nasi merah, ubi, atau oatmeal bisa menjadi alternatif karbohidrat kompleks. Jenis makanan itu lebih lambat dicerna. Sehingga kadar gula lebih stabil.

Sumber: harian.disway.id