JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Skema work from anywhere (WFA) akan diterapkan pemerintah menjelang Lebaran 2026. Pertimbangan kebijakan ini merujuk pada lonjakan aktivitas pariwisata yang naik 17,5% selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
WFA direncanakan berlangsung pada 16 sampai 17 Maret 2026 serta 25, 26, dan 27 Maret 2026. "Kami juga berikan WFA, supaya yang bolong bolong mendekati hari raya Lebaran bisa diisi WFA," ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sabtu, 7 Februari 2026.
BACA JUGA:Hilal: Antara Kepastian Angka, Kesalehan Mata, dan Dewasanya Kita
Ia juga menyampaikan pemerintah kembali menyiapkan potongan harga transportasi bagi masyarakat yang hendak bepergian saat Lebaran 2026. Kereta api dan kapal memperoleh diskon 30%, sedangkan tiket pesawat berada pada kisaran 17% hingga 18%.
Awal Mulai Liburan Lebaran 2026
Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2025 mengenai Cuti Bersama ASN 2026 telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2025.
Regulasi tersebut menetapkan durasi serta jadwal cuti bersama aparatur sipil negara sepanjang tahun 2026, termasuk periode Idul Fitri.
BACA JUGA:Cair! Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 Februari 2026, Ini Jadwal dan Bank Penyalurnya
Untuk perayaan 1447 Hijriah, cuti bersama ditetapkan pada 20, 23, dan 24 Maret yang jatuh pada Jumat, Senin, dan Selasa.
Penetapan Awal Ramadan 2026
Penetapan puasa 1447 Hijriah tahun 2026 memiliki beberapa acuan dari pemerintah, NU, Muhammadiyah, hingga BRIN. Menurut kajian peneliti BRIN, awal puasa berpotensi jatuh pada dua tanggal, 18 atau 19 Februari 2026, menyesuaikan kriteria yang dipakai.
Prof Thomas Djamaluddin sebagai Koordinator Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN menyebut perbedaan tahun ini tidak hanya soal posisi hilal, tetapi terkait konsep hilal global dan hilal lokal.
"Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H cukup besar. Bukan karena data astronominya berbeda, namun kriteria yang digunakan, apakah berbasis wilayah lokal atau global," ungkap Thomas mengutip pada detik.com
Penentuan resmi awal Ramadan di Indonesia diputuskan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama. Agenda pengamatan hilal beserta sidang tersebut dijadwalkan Kemenag pada 17 Februari 2026.
Perkiraan BMKG menunjukkan saat matahari terbenam 17 Februari posisi hilal masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Rentang ketinggiannya tercatat dari minus 2,41 derajat di Jayapura sampai minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.
BACA JUGA:Update Roster RRQ Hoshi MPL ID Season 17, Kombinasi Wajah Baru dan Pilar Lama