Target Tumbuh 2026, Bank Jatim Fokus Perkuat Kredit, CASA, dan Layanan Digital
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2026--
BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2026 dengan memfokuskan strategi pada penguatan penyaluran kredit, peningkatan dana murah (CASA), serta akselerasi transformasi layanan digital.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dalam rapat kerja tahunan perusahaan yang digelar di Grand Mercure Malang, Sabtu (7/2). Rapat kerja ini menjadi forum konsolidasi sekaligus penetapan arah strategis Bank Jatim dalam menghadapi dinamika ekonomi tahun 2026.
BACA JUGA:UNHASY Jombang Jajaki Kerja Sama Strategis dengan UIN Maliki Malang
“Rapat kerja ini rutin kami lakukan setiap awal tahun untuk menyatukan visi, memberikan arahan strategis, serta memperkuat budaya kerja dan kekompakan internal agar target 2026 bisa tercapai,” kata Winardi.
Winardi menjelaskan, hingga saat ini Bank Jatim belum dapat mempublikasikan angka target kinerja secara rinci karena masih menunggu proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Meski demikian, manajemen tetap optimistis kinerja Bank Jatim akan tumbuh positif di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah penurunan Transfer ke Daerah (TKD) yang berpotensi memengaruhi likuiditas dan aktivitas keuangan pemerintah daerah. Namun kondisi tersebut dinilai sekaligus membuka peluang penguatan ekosistem keuangan daerah.
“Visi kami adalah menjadi BPD nomor satu di Indonesia. Karena itu, strategi tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga perbaikan kualitas aset, pengendalian NPL, efisiensi biaya dana, serta penguatan CASA,” ujarnya.
BACA JUGA:Stadion Gajayana Tak Muat 100 Ribu Jemaah Mujahadah NU, Videotron Diperbanyak
Dalam rencana bisnis 2026, Bank Jatim menempatkan pertumbuhan laba sebagai prioritas utama, disusul peningkatan penyaluran kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pertumbuhan tersebut ditargetkan berada pada kisaran double digit, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Untuk menjaga kualitas kredit, Bank Jatim akan memperketat pengendalian non-performing loan (NPL) serta meningkatkan efisiensi operasional. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) ditargetkan tetap berada di bawah 80 persen agar suku bunga kredit tetap kompetitif.
Di sisi transformasi digital, Bank Jatim terus mengoptimalkan layanan mobile banking JConnect sebagai tulang punggung penguatan transaksi dan inklusi keuangan. Saat ini jumlah pengguna JConnect tercatat sekitar 1 juta nasabah dan ditargetkan meningkat hingga minimal 2 juta pengguna pada 2026.
BACA JUGA:Kepribadian YBR, Bocah SD di Ngada, NTT yang Akhiri Hidup: Anak yang Pintar dan Taat Guru
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah. Itu menjadi fokus utama kami ke depan,” jelas Winardi.
Sumber:
