Dia terseret ke dalam rangkaian kejadian mistis yang semakin sulit dikendalikan. Sekaligus membuka luka dan trauma lama yang selama ini terpendam.
BACA JUGA:Menolak Lupa: 9 Drama Korea Ikonik yang Kini Genap Berusia 10 Tahun
Sejumlah karakter pendukung turut memperkaya lapisan cerita. Masing-masing membawa latar belakang, ketakutan, dan cara pandang berbeda terhadap dunia gaib.
Perbedaan sikap itu memunculkan konflik batin dan sosial. Terutama ketika kepercayaan adat mulai berbenturan dengan logika modern.
Seluruh ketegangan mencapai puncaknya saat malam 1 Suro tiba. Warga Desa Sukowati merasa malam sangat kelam. Diselimuti hujan deras dan suasana mencekam. Malam sakral itu menjadi titik balik ketika teror menampakkan wujud paling mengancam.
Pada saat yang sama, Rahayu harus menjalani proses persalinan. Situasi itu menjadi inti dramatik film. Memadukan horor supranatural dengan ketegangan emosional seorang ibu yang berjuang melindungi anaknya di tengah situasi ekstrem.
BACA JUGA:Green Day Siap Guncang Pembukaan Super Bowl LX di Tengah Polemik Halftime Show Bad Bunny
Sinopsis Sengkolo: Petaka Satu Suro, teror mistis 1 Muharram guncang desa pesisir. Foto: Cindy Nirmala memerankan adik Rahayu yang misterius. -MVP Pictures---
Sosok teror utama dalam film ini dikenal sebagai "Sengkolo". Istilah dalam bahasa Jawa yang berarti petaka. Sengkolo hadir sebagai ancaman fisik, sekaligus sebagai simbol nasib buruk yang menghantui siapa pun yang melanggar pantangan adat.
Latar desa pesisir dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun atmosfer horor. Suara ombak, angin malam, dan ruang-ruang gelap desa menjadi elemen penting yang memperkuat rasa tidak aman.
Sengkolo: Petaka Satu Suro tidak bergantung semata pada kejutan visual. Sutradara Deni Saputra lebih menekankan suasana dan ketegangan psikologis.
Film yang diproduseri Raam Punjabi itu menggali konflik emosional para tokohnya. Tema kehilangan, trauma, serta keberanian menghadapi takdir menjadi benang merah yang mengikat keseluruhan cerita.
Setiap karakter dihadapkan pada pilihan yang memengaruhi nasib mereka, baik secara pribadi maupun kolektif.
Sengkolo: Petaka Satu Suro menjadi salah satu film horor lokal yang dinanti karena mengangkat mitos Nusantara dengan pendekatan dramatik dan atmosferik.
Dengan balutan budaya Jawa yang kental, ia menawarkan pengalaman horor menakutkan, tetapi juga sarat makna. Suka film-film bertema tradisi? Sengkolo: Petaka Satu Suro sudah tayang di bioskop berbagai kota di Indonesia mulai 22 Januari 2026.