7. Atur Kelembapan yang Sesuai
Setiap jenis sayuran memiliki kebutuhan kelembapan yang berbeda-beda. Sayuran yang membutuhkan kelembapan tinggi, seperti brokoli, dapat disimpan menggunakan kantong plastik berlubang kecil atau kain basah untuk mempertahankan kadar airnya.
BACA JUGA:iQOO 15R dan Vivo V70 Kantongi TKDN, Sinyal Serangan Besar Vivo Group di Indonesia Awal 2026
8. Jaga Suhu Penyimpanan
Jika memungkinkan, cobalah untuk menjaga suhu di sekitar area penyimpanan pada kisaran 10 hingga 15 derajat Celsius. Suhu yang stabil dan cenderung sejuk ini terbukti efektif dalam mempertahankan kesegaran sayuran dalam jangka waktu yang lebih lama.
9. Terapkan Teknik Pengawetan
Apabila stok sayuran melimpah, teknik pengawetan seperti pembuatan acar (pickle) atau saus tomat bisa menjadi solusi cerdas. Metode ini tidak hanya memperpanjang masa simpan, tetapi juga memungkinkan rasa sayuran tetap bisa dinikmati meski sudah lewat masa panennya.
BACA JUGA:Diet Keto Kembali Populer: Cara Kerja Ketosis, Manfaat Medis, Risiko Keto Flu, dan Peringatan Ahli
Melalui perhatian pada detail kecil dalam cara penyimpanan, pemborosan bahan makanan dapat diminimalisir secara efektif setiap harinya. Lingkungan dapur yang tertata dengan manajemen stok yang baik tentu akan mendukung gaya hidup sehat serta menghemat pengeluaran rumah tangga.