Dalam beberapa kasus, diet keto juga dapat menyebabkan:
- Penurunan tekanan darah berlebihan
- Hipoglikemia pada penderita diabetes
- Gangguan ginjal pada individu berisiko
- Peningkatan kolesterol LDL pada sebagian orang
Karena itu, diet keto tidak disarankan dilakukan sembarangan. Terutama oleh penderita diabetes, penyakit ginjal, gangguan jantung, ibu hamil, dan menyusui.
Contoh Makanan: Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi
Pola makan ketogenik mengubah sistem energi tubuh dari glukosa ke lemak, memiliki manfaat medis tetapi tidak cocok untuk semua orang.--getty images
Pola makan keto menuntut disiplin tinggi dalam pemilihan makanan.
Makanan yang Umumnya Dianjurkan:
- Daging sapi, ayam, dan domba
- Ikan berlemak seperti salmon dan tuna
- Telur
- Alpukat
- Keju dan produk susu tinggi lemak
- Sayuran hijau rendah karbohidrat (bayam, brokoli, paprika)
- Minyak sehat seperti minyak zaitun dan minyak kelapa
BACA JUGA:9 Manfaat Diet Kacang-Kacangan, Berat Badan Oke Plus Banyak Manfaat Lain
Makanan yang Harus Dihindari:
- Gula dan pemanis buatan
- Nasi, roti, pasta, dan mie
- Sereal dan gandum
- Minuman manis dan soda
- Produk olahan tinggi karbohidrat
- Alkohol
Kesalahan umum pelaku diet keto adalah mengonsumsi lemak berlebihan tanpa memperhatikan kualitasnya, yang justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung.
Diet Keto Bukan untuk Semua Orang
Para ahli gizi dan dokter sepakat bahwa diet keto bukan solusi universal. Meski efektif bagi sebagian orang, pendekatan ini memerlukan pemantauan ketat dan penyesuaian individual.
BACA JUGA:9 Resep Infused Water Sehat: Bantu Diet, Jaga Imunitas, dan Rawat Kecantikan Alami
Diet keto idealnya dilakukan:
- Dalam jangka waktu terbatas
- Dengan evaluasi rutin kondisi metabolik
- Di bawah pengawasan dokter atau ahli gizi
- Disesuaikan dengan gaya hidup dan kondisi medis
Tanpa pengawasan, diet keto berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang yang sering kali baru disadari setelah diet dihentikan.
Kesimpulan: Efektif, Tapi Perlu Bijak
Diet keto menawarkan pendekatan radikal dalam mengelola berat badan dan metabolisme tubuh. Keunggulannya dalam pembakaran lemak dan kontrol gula darah telah didukung oleh berbagai penelitian, terutama dalam konteks medis.
BACA JUGA:9 Karbohidrat Pengganti Nasi untuk Diet Rendah Gula, Tetap Kenyang Tanpa Lonjakan Gula Darah
Namun, di balik popularitasnya, diet ini juga menyimpan risiko yang tidak bisa diabaikan. Kunci utama keberhasilan diet keto bukan hanya pada penurunan berat badan, tetapi pada keamanan, keberlanjutan, dan kesesuaian dengan kondisi individu.
Bagi siapa pun yang tertarik mencobanya, satu hal menjadi catatan penting: konsultasi medis bukan pilihan, melainkan keharusan.