Prof Agustin Krisna UB Raih Grant Perdana NEDO Jepang, Riset Limbah Sawit Jadi Bioetanol Berkelanjutan

Minggu 11-01-2026,16:50 WIB
Reporter : Elsa Amalia Kartika Putri
Editor : Mohammad Khakim

Target luaran meliputi publikasi ilmiah bereputasi internasional, paten dan paten sederhana. Hingga pengembangan prototipe dan teknologi siap hilirisasi yang meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi Universitas Brawijaya. Kolaborasi dengan industri agro-energi, pemerintah, serta mitra internasional diharapkan membuka jalan bagi pemanfaatan hasil riset secara nyata di sektor industri.

Dampak Strategis bagi Universitas Brawijaya

Dari sisi institusional, keberhasilan ini dinilai memperkuat posisi Universitas Brawijaya sebagai pusat unggulan riset bioteknologi dan bioekonomi berbasis sumber daya hayati lokal. Dukungan kelembagaan menjadi faktor penting di balik lolosnya proposal dalam seleksi ketat NEDO.

BACA JUGA:Andrian Prasetyo, Dalang Muda UM yang Setia Menjaga Wayang Kulit Gaya Malangan sejak Kelas 2 SD

Universitas Brawijaya menyediakan infrastruktur riset yang memadai, mulai Laboratorium Riset Terpadu, Laboratorium Bioteknologi. Hingga fasilitas pendukung lainnya yang kondusif bagi pengembangan teknologi berbasis biomassa.

Selain itu, dukungan tata kelola riset, pendampingan administrasi dan legal, serta dorongan kolaborasi nasional dan internasional turut memperkuat daya saing peneliti.

Menuju Knowledge Leader di Tingkat Global

Sebagai Ketua Pusat Inovasi Biosains, Prof Agustin memandang pencapaian ini sebagai langkah awal menuju peran yang lebih besar. Ia berharap Universitas Brawijaya tidak hanya menjadi pengikut arus riset global. Tetapi mampu tampil sebagai knowledge leader yang menghasilkan inovasi berdampak.

“Indonesia memiliki modal besar, mulai sumber daya manusia hingga kekayaan biodiversitas tropis. Tantangannya adalah bagaimana mengolah potensi itu menjadi inovasi yang relevan secara global,” tuturnya.

BACA JUGA:Kisah Inspiratif Alumnus Teknik Mesin ITN, dari Malang Tembus ke Qatar Energy

Melalui penguatan riset bioteknologi dan bioekonomi berbasis sumber daya hayati tropis, Universitas Brawijaya diharapkan mampu berkontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia.

Terutama dalam isu strategis ketahanan energi, keberlanjutan lingkungan, dan transisi energi berkelanjutan. Keberhasilan meraih grant NEDO ini menjadi bukti bahwa riset dari Indonesia mampu berdiri sejajar dan dipercaya di panggung internasional.

Kategori :