MALANG, DISWAYMALANG.ID--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Malang Raya pada Minggu (4/1/2026) cenderung tidak stabil. Pola atmosfer basah yang masih mendominasi wilayah Jawa Timur berpotensi memicu pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga sore hari.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Prakiraan Cuaca Kota Malang
Wilayah Kota Malang diperkirakan mengawali hari dengan kondisi cerah berawan. Namun, menjelang siang hari, tutupan awan diprediksi meningkat dan berpotensi memicu hujan ringan hingga sedang di sejumlah kecamatan, seperti Lowokwaru, Klojen, Blimbing, dan Sukun.
Suhu udara berada di kisaran 21–28 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi. Pada malam hari, cuaca diprakirakan berawan dengan peluang gerimis di beberapa titik.
Prakiraan Cuaca Kabupaten Malang
Cuaca di Kabupaten Malang diprediksi lebih bervariasi mengingat kondisi geografisnya. Wilayah dataran tinggi seperti Pujon, Ngantang, dan Dampit berpotensi diguyur hujan sedang pada sore hari.
Sementara itu, kawasan pesisir selatan, termasuk Bantur, Donomulyo, dan Gedangan, diperkirakan berawan dengan potensi hujan lokal disertai angin bertiup cukup kencang.
BMKG mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi longsor di wilayah perbukitan.
Prakiraan Cuaca Kota Batu
Kota Batu diperkirakan mengalami cuaca relatif dingin dengan suhu minimum mencapai 17 derajat Celsius. Pada pagi hari, kondisi berawan dan kabut tipis berpotensi menyelimuti kawasan perbukitan.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang turun di hampir seluruh wilayah Kota Batu, termasuk kawasan wisata alam. Jarak pandang dapat berkurang saat hujan dan kabut muncul bersamaan.
BMKG mengimbau masyarakat Malang Raya untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Mengingat masih berada pada periode musim hujan, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi sejak dini. Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dan wilayah rawan bencana.