MANADO, DISWAYMALANG.ID--Seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado berinisial EMM ditemukan tewas bunuh diri di kamar kosnya dan meninggalkan secarik surat. Isi suratnya twntang firasat buruk dan ketakutannya terhadap dugaan niat tidak pantas seorang dosen, Selasa, 30 Desember 2025.
Dalam surat yang ditemukan di lokasi kejadian, EMM mengungkapkan pengalaman traumatis yang dialaminya pada 12 Desember 2025. Saat itu ia merasa sangat ketakutan setelah diminta bertemu oleh dosen berinisial D dengan alasan berkaitan dengan nilai akademik.
Dalam tulisannya, EMM mengaku dipaksa naik ke mobil sang dosen meski hatinya diliputi firasat tidak baik. Karena merasa terancam, ia mengirimkan live location ke grup WhatsApp teman-temannya sebagai bentuk antisipasi.
“Saya sudah live location di grup WA saya dan teman saya Refina dan Deisye. Setelah saya sampai di tempat parkiran, beliau menyuruh saya untuk naik ke mobilnya,” tulis EMM dalam surat tersebut.
BACA JUGA:Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Malang Ziarah Makam Mella, Korban Sambar Petir di Gunung Merbabu
Ia menuliskan bahwa dirinya sempat menanyakan tujuan pertemuan tersebut, namun sang dosen hanya menjawab singkat dengan alasan kelelahan, yang membuat EMM semakin merasa tidak nyaman.
EMM juga mengungkapkan bahwa kondisi baterai ponselnya yang menipis membuat rasa takutnya semakin memuncak, hingga ia meminta teman-temannya untuk terus memantau pergerakan live location miliknya.
“Saya chatting ke teman saya kalau semisal mobilnya jalan kalian pantau terus saya di live location,” tulisnya lagi, menggambarkan kondisi psikologisnya yang tertekan dan penuh kecemasan.
Dalam surat tersebut, EMM menyebutkan bahwa dosen tersebut sempat memaksanya duduk di kursi depan mobil, namun ia menolak karena merasa ragu dan takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
BACA JUGA:Mahasiswa UMM dan Motornya Jatuh dari Jembatan Tunggulmas Sedalam 15 Meter, Diduga Mengantuk
“Saya takut diapa-apain sama beliau,” tulis EMM, yang menunjukkan betapa besarnya tekanan mental yang ia rasakan pada saat itu.
Rasa ketakutan dan tekanan psikologis yang dialami EMM diduga terus membekas hingga akhirnya jenazahnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 30 Desember 2025, di kamar kosnya.
Sementara itu, pihak Universitas Negeri Manado menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya EMM dan menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian yang sangat memprihatinkan bagi seluruh civitas akademika.
Pimpinan Unima menegaskan bahwa pihak kampus tengah menangani kasus ini secara serius dan bertanggung jawab dengan bekerja sama penuh bersama Kepolisian untuk mengungkap fakta dan penyebab peristiwa secara objektif dan transparan.
Universitas juga menyampaikan bahwa sanksi terhadap oknum terkait akan diberikan sesuai ketentuan setelah proses hukum berjalan, serta mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menghormati keluarga korban.
Pihak kampus mengajak seluruh mahasiswa, dosen, maupun siapa pun di lingkungan universitas yang mengalami kekerasan dalam bentuk apa pun agar tidak ragu untuk melapor melalui mekanisme resmi yang tersedia.