12 Juni Anti Child Labour Day, Akselerasi Penghapusan Pekerja Anak di Seluruh Dunia
Ilustrasi anak kecil bekerja--Freepik
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) kembali memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak hari ini, dengan mengangkat seruan tegas untuk mempercepat upaya global dalam menghapus praktik pekerja anak.
Meski tren penurunan terlihat di beberapa wilayah, ILO menegaskan bahwa kemajuan belum cukup cepat untuk memenuhi target global.
Tahun ini, peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak difokuskan pada peluncuran laporan global terbaru hasil kerja sama ILO dan UNICEF, yang memuat estimasi dan tren pekerja anak sepanjang 2025.
Laporan ini akan menjadi acuan penting bagi para pembuat kebijakan dalam memperkuat komitmen dan intervensi konkret untuk menghapus pekerja anak secara menyeluruh.
“Sekarang adalah waktunya untuk mengubah janji menjadi aksi nyata. Dunia tidak boleh berkompromi dalam hal perlindungan anak,” demikian pernyataan resmi dari ILO.
BACA JUGA:11 Juni Dunia Memeringati Hari Bermain Internasional
Dalam momentum ini, ILO juga menyerukan ratifikasi penuh terhadap Konvensi No. 138 tentang Usia Minimum Bekerja, serta pelaksanaan menyeluruh atas Konvensi No. 182 mengenai Bentuk-Bentuk Terburuk Pekerja Anak.
Kedua konvensi tersebut merupakan pilar utama dalam Seruan Aksi Durban sebuah deklarasi global yang mendorong penguatan pencegahan, perlindungan, dan kemitraan dalam penghapusan pekerja anak.
ILO menekankan bahwa penghapusan pekerja anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Solusi harus menyentuh akar masalah, antara lain:
- Penguatan sistem perlindungan sosial
- Perluasan akses pendidikan inklusif
- Penyediaan pekerjaan layak bagi orang dewasa dan pemuda
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, serikat pekerja, pengusaha, LSM, serta badan-badan PBB, ILO mendorong pembentukan kebijakan dan program yang inklusif serta berkelanjutan.
BACA JUGA:12 Juni Anti Child Labour Day, Akselerasi Penghapusan Pekerja Anak di Seluruh Dunia
Hari Dunia Menentang Pekerja Anak tahun ini juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut bersuara dan bertindak.
Baik individu, organisasi, sektor swasta, maupun pemerintah diharapkan bergandengan tangan mempercepat upaya penghapusan pekerja anak di seluruh dunia.
“Setiap anak berhak atas masa kecil yang bebas dari eksploitasi. Mari kita percepat langkah menuju dunia bebas pekerja anak,” tegas ILO dalam pernyataannya.
Sumber: ilo
