Hari Seniman Internasional 25 Oktober 2026, Mengenang Maestro dan Pewaris Seni Malang Raya
Hari Seniman Internasional 25 Oktober 2026, simak para maestro di Malang Raya. -Ilustrasi: AI--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Malang Raya tidak hanya dikenal dengan wisata, kuliner, dan kampusnya. Kawasan ini juga menyimpan kekayaan seni yang diwariskan lintas generasi. Di balik pertunjukan Wayang Topeng Malangan, ludruk, tari tradisional, hingga karawitan, ada seniman yang mengabdikan hidup untuk menjaga kebudayaan tetap bernapas.
Minggu, 25 Oktober 2026, menjadi momentum untuk mengapresiasi mereka melalui peringatan Hari Seniman Internasional atau International Artist Day. Peringatan ini mengingatkan masyarakat bahwa seniman bukan sekadar pencipta hiburan. Mereka juga penjaga ingatan kolektif, penutur sejarah, dan penghubung generasi melalui karya.
Di Malang Raya, sosok seperti almarhum Mbah Karimun, Ki Sholeh Adi Pramono, dan para dalang serta pengukir Topeng Malangan menunjukkan bahwa pelestarian seni membutuhkan ketekunan panjang. Karya mereka menjadi bagian dari identitas budaya daerah yang perlu dikenal dan diteruskan kepada generasi muda.
Sejarah Hari Seniman Internasional
Hari Seniman Internasional digagas oleh pelukis asal Kanada, Chris MacClure, pada 2004. Menurut situs penyelenggara International Artist Day, MacClure ingin menyediakan hari khusus untuk mengapresiasi kontribusi seniman terhadap masyarakat.
Peringatan ini dipilih pada 25 Oktober karena bertepatan dengan hari kelahiran Pablo Picasso, pelukis dan pematung asal Spanyol yang lahir pada 25 Oktober 1881. Picasso dikenal sebagai salah satu tokoh penting seni modern dan turut mengembangkan aliran kubisme.
Tanggal tersebut kemudian menjadi momentum untuk merayakan karya dan dedikasi seniman di berbagai bidang. Cakupannya tidak terbatas pada seni lukis dan patung, tetapi juga seni pertunjukan, musik, tari, teater, sastra, fotografi, hingga seni digital.
Berbeda dengan peringatan yang memiliki tema tahunan resmi, belum ditemukan pengumuman yang memastikan satu tema khusus Hari Seniman Internasional untuk 2026. Karena itu, peringatan tahun ini dapat diangkat melalui semangat apresiasi terhadap seniman, karya, dan kontribusinya bagi masyarakat.
Mbah Karimun, Maestro Topeng Malangan yang Mewariskan Jejak Panjang
Salah satu tokoh penting dalam sejarah seni Malang Raya adalah Mbah Karimun, yang juga dikenal sebagai Mbah Karimoen. Ia merupakan seniman pembuat topeng sekaligus penari Wayang Topeng Malangan yang mengabdikan hidupnya untuk melestarikan kesenian tradisional tersebut.
Mbah Karimun mendirikan Sanggar Asmorobangun di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Sanggar tersebut menjadi tempat pewarisan keterampilan membuat topeng dan mempelajari seni pertunjukan kepada generasi berikutnya.
Pada 2007, Mbah Karimun mendapat pengakuan sebagai salah satu maestro seni tradisi Indonesia. Ia meninggal pada 2010, tetapi jejak pengabdiannya tetap terlihat melalui keberlanjutan aktivitas sanggar dan para penerusnya.
Wayang Topeng Malangan bukan sekadar pertunjukan tari dengan penutup wajah. Kesenian ini memadukan gerak, musik gamelan, tokoh, karakter, dan cerita yang antara lain bersumber dari kisah Panji.
Topengnya memiliki ciri khas dalam bentuk mata, hidung, bibir, ukiran, dan warna. Unsur-unsur tersebut membantu menggambarkan karakter tokoh yang dimainkan. Warna putih, kuning, hijau, merah, dan hitam juga memiliki makna simbolis dalam tradisi Topeng Malangan.
Sumber: diolah dari berbagai sumber










