2 tahun Disway Malang

5 Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai saat Musim Kemarau

5 Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai saat Musim Kemarau

Ilustrasi kondisi kulit bersih dan sehat--

MALANG, DISWAYMALANG. ID  - Paparan sinar matahari, kelembapan udara yang rendah, serta kebiasaan kurang minum dapat memengaruhi kondisi kulit. Jika tidak dirawat dengan tepat, kulit bisa terasa semakin kering, gatal, bahkan mengalami iritasi.

Bibir pecah-pecah, kulit terasa kasar, hingga tumit kaki kering dan bersisik kerap dianggap sebagai masalah kulit biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa semakin sering muncul ketika cuaca panas dan udara kering melanda selama musim kemarau.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit selama musim kemarau tidak cukup hanya dengan menggunakan pelembap sesekali. Masyarakat juga perlu memperhatikan asupan cairan, kebiasaan mandi, serta perlindungan kulit saat beraktivitas di luar ruangan.

1. Bibir Pecah-Pecah, Jangan Sering Dijilat


Bibir termasuk bagian tubuh yang mudah kehilangan kelembapan karena lapisan pelindungnya relatif tipis. Saat cuaca panas dan kering, bibir dapat terasa kasar, mengelupas, hingga pecah-pecah.

Kebiasaan menjilat bibir justru dapat memperburuk kondisi tersebut. Air liur yang menguap bisa membuat bibir semakin kering.

BACA JUGA:Rekor Rookie Veda Ega Pratama di Moto3 2026 Ikut Disorot, Ini Dampak Kasus Adrian Fernandez

Untuk mengatasinya, gunakan pelembap bibir atau lip balm yang mengandung bahan seperti petrolatum. Pilih produk dengan perlindungan terhadap sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.

Hindari menarik kulit bibir yang mengelupas karena dapat menimbulkan luka. Jika bibir terus meradang, berdarah, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

2. Tumit Kaki Kering hingga Pecah-Pecah

Tidak hanya bibir, tumit kaki juga rentan mengalami kekeringan selama musim kemarau. Kulit tumit yang menebal dapat kehilangan elastisitas sehingga mudah pecah, terutama ketika sering berjalan, berdiri lama, atau menggunakan alas kaki terbuka.

Perawatan sederhana dapat dimulai dengan mengoleskan krim pelembap setelah mandi. Produk yang mengandung urea dalam kadar yang sesuai atau petrolatum dapat membantu melembapkan kulit tumit.

Gunakan alas kaki yang nyaman dan hindari mengikis kulit tumit secara berlebihan. Jika tumit sudah pecah dalam, terasa nyeri, berdarah, atau menunjukkan tanda infeksi, jangan menunda pemeriksaan.

Sumber: fimela.com

Berita Terkait