2 tahun Disway Malang

Angin Kencang hingga 48 Km/Jam Berpotensi Melanda Malang Raya, Waspada Siang-Sore

Angin Kencang hingga 48 Km/Jam Berpotensi Melanda Malang Raya, Waspada Siang-Sore

Ilustrasi-ist-AI Gemini

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Warga Malang Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 12–14 September 2026. Wilayah yang perlu mengantisipasi dampaknya juga meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

Peringatan dini BMKG Juanda menyebutkan bahwa kecepatan angin di sejumlah wilayah Jawa Timur berpotensi mencapai sekitar 48 kilometer per jam. Untuk Senin 14 September 2026, angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga timur dengan kecepatan sekitar 13–21 mil per jam atau setara 20–34 kilometer per jam, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi tersebut dapat memicu debu beterbangan, dahan patah, pohon tumbang, kerusakan ringan pada papan reklame, serta gangguan bagi pengguna jalan. Angin juga berpotensi terasa lebih kuat di kawasan terbuka, perbukitan, dan wilayah yang berada di antara bangunan atau pepohonan.

Angin Kencang Berpotensi Menguat Siang hingga Sore

Potensi embusan angin lebih kencang di Malang Raya diperkirakan meningkat pada siang menjelang sore. Kondisi ini berkaitan dengan dinamika tekanan udara dan penguatan aliran angin dari kawasan timur hingga tenggara.

Kecepatan angin pada hari ini diprakirakan berada di kisaran 20–34 kilometer per jam. Sementara itu, peringatan dini untuk periode 12–14 September 2026 menyebutkan potensi kecepatan angin hingga sekitar 48 kilometer per jam di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Kecepatan angin dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Karena itu, masyarakat tetap perlu memperhatikan pembaruan prakiraan cuaca berdasarkan lokasi masing-masing.

Suhu Malang Raya Berkisar 20–28 Derajat Celsius

Selain potensi angin kencang, kondisi cuaca Malang Raya pada Senin 14 September 2026 diprakirakan berada pada kisaran berawan hingga cerah berawan.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 20 hingga 28 derajat Celsius. Perubahan tutupan awan dan kondisi angin dapat membuat suhu yang dirasakan masyarakat berbeda, terutama di kawasan dataran tinggi dan wilayah terbuka.

Cuaca berawan hingga cerah berawan tidak berarti seluruh wilayah akan mengalami kondisi yang sama sepanjang hari. Masyarakat tetap disarankan memantau perkembangan cuaca secara berkala.

Apakah Angin Kencang Menandakan Musim Penghujan?

Angin kencang tidak bisa langsung dijadikan tanda bahwa musim penghujan telah dimulai.

Pada periode kemarau, penguatan angin timuran atau tenggara dapat terjadi akibat perbedaan tekanan udara antara wilayah Australia dan kawasan sekitar khatulistiwa. Aliran angin tersebut kemudian melintasi Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur dan kawasan Malang Raya.

Awal musim penghujan ditentukan oleh perubahan pola angin, peningkatan kelembapan, pertumbuhan awan hujan, serta perkembangan curah hujan dalam beberapa dasarian. Karena itu, satu fenomena angin kencang belum cukup untuk menyimpulkan bahwa musim penghujan telah tiba.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Angin kencang dapat meningkatkan risiko sejumlah kejadian, antara lain:

  • Pohon tua atau lapuk tumbang.
  • Dahan patah dan jatuh ke jalan.
  • Baliho, spanduk, dan papan reklame mengalami kerusakan.
  • Genteng, seng, atau bagian atap rumah terlepas.
  • Debu jalanan beterbangan dan mengganggu jarak pandang.
  • Pot tanaman, jemuran, dan benda ringan terbawa angin.
  • Api dari pembakaran sampah atau lahan menyebar lebih cepat.

Risiko tersebut dapat semakin besar apabila angin bertiup di kawasan padat bangunan, jalan terbuka, area perkebunan, maupun jalur yang banyak terdapat pohon besar.

Tips Aman Menghadapi Angin Kencang

1. Hindari Pohon Besar dan Papan Reklame

Jangan berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon tua, pohon lapuk, baliho, papan reklame, dan bangunan yang terlihat tidak kokoh.

2. Kurangi Kecepatan Saat Berkendara

Pengendara sepeda motor perlu mengurangi kecepatan ketika melintasi jalan terbuka. Gunakan helm dengan pengait terpasang benar, serta manfaatkan visor atau kacamata pelindung untuk mengurangi risiko debu masuk ke mata.

3. Amankan Benda di Luar Rumah

Periksa pot tanaman, jemuran, spanduk, perabot luar ruangan, dan benda ringan lainnya agar tidak terbawa angin serta membahayakan orang lain.

4. Periksa Atap dan Bagian Rumah

Pastikan genteng, seng, asbes, talang, dan bagian atap lainnya terpasang kuat. Bagian yang longgar sebaiknya segera diperbaiki.

5. Jangan Membakar Sampah atau Lahan

Hindari pembakaran sampah, rumput kering, dan lahan terbuka saat angin bertiup kencang. Bara api dan percikan dapat menyebar dengan cepat serta memicu kebakaran.

6. Lindungi Mata dan Pernapasan

Gunakan masker apabila debu beterbangan. Pengendara juga disarankan menutup visor atau menggunakan pelindung mata saat melintas di jalan yang berdebu.

7. Pantau Informasi Resmi

Masyarakat perlu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta informasi kebencanaan dari BPBD setempat.

Masyarakat Malang Raya diimbau tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi bahaya. Kewaspadaan terutama perlu ditingkatkan pada siang hingga sore hari ketika hembusan angin diprakirakan lebih kuat.

Sumber: bmkg

Berita Terkait