Bromo 8 Derajat, Gelombang Malang Selatan Capai 3,2 Meter Hari Ini
Ilustrasi cuaca cerah berkabut tipis di langit Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNTBS) Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, beberapa hari lalu. -dok.diswaymalang/id--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Suhu dingin menyelimuti kawasan gunung sekitar Malang pada Selasa, 15 September 2026. Gunung Bromo dan Tengger menjadi salah satu kawasan dengan suhu terendah, sementara kawasan Semeru, Arjuno, Welirang, Panderman, dan Pujon juga menghadirkan kondisi sejuk hingga dingin.
Di sisi lain, masyarakat yang beraktivitas di perairan Malang Selatan perlu mewaspadai gelombang laut yang diprakirakan mencapai 3,2 meter di perairan terbuka Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Angin timur hingga tenggara dengan hembusan yang dapat menguat mendadak turut menjadi perhatian bagi nelayan dan pelayaran perahu kecil.
Perbedaan kondisi cuaca di pegunungan dan laut membuat persiapan sebelum bepergian menjadi penting. Wisatawan gunung perlu memperhatikan suhu rendah dan potensi kabut, sedangkan masyarakat pesisir harus memantau perkembangan gelombang serta angin.
Cuaca Gunung Bromo dan Tengger
Kawasan Gunung Bromo dan Tengger diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan pada siang hari. Suhu udara berkisar 8–21 derajat Celsius, dengan kondisi paling dingin terjadi pada malam hingga dini hari.
Suhu rendah tersebut menjadi karakter penting kawasan Bromo yang berada di dataran tinggi. Wisatawan yang berencana menyaksikan matahari terbit perlu menyiapkan pakaian hangat, sarung tangan, dan perlengkapan yang sesuai untuk menghadapi suhu dingin.
Kabut tebal berpotensi muncul pada malam hingga dini hari. Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang di jalur menuju kawasan wisata sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan.
Kawasan Gunung Semeru dan Poncokusumo
Kawasan Gunung Semeru, termasuk Poncokusumo dan sekitarnya, diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga udara kabur pada pagi hari. Suhu udara berada pada kisaran 13–24 derajat Celsius.
Memasuki sore hari, terdapat potensi hujan ringan secara terbatas. Perubahan kondisi atmosfer ini perlu diperhatikan oleh wisatawan, pendaki, dan masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kawasan lereng Semeru.
Udara kabur pada pagi hari dapat mengganggu jarak pandang. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan memastikan lampu kendaraan berfungsi baik ketika melintasi jalur pegunungan.
Arjuno, Welirrang, Panderman, dan Pujon
Kawasan Gunung Arjuno, Welirang, Panderman, serta wilayah Bumiaji dan Pujon diprakirakan didominasi cuaca berawan. Suhu malam hari dapat turun hingga 10–14 derajat Celsius.
Kondisi dingin perlu menjadi perhatian wisatawan yang melakukan aktivitas luar ruangan atau bermalam di kawasan pegunungan. Hembusan angin pegunungan yang cukup kencang juga perlu diantisipasi, terutama di area terbuka dan jalur pendakian.
Perlengkapan hangat, jas hujan, serta pemeriksaan kondisi jalur menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan. Wisatawan juga sebaiknya menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca.
Gelombang Malang Selatan Capai 3,2 Meter
Perairan Malang Selatan diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal pada pagi dan siang hari. Kondisi cuaca cenderung cerah berawan pada sore hingga malam hari.
Tinggi gelombang di perairan pantai Malang Selatan berada pada kisaran 1,25–2,3 meter atau kategori sedang. Namun, gelombang di perairan terbuka Samudra Hindia selatan Jawa Timur berpotensi mencapai 3–3,2 meter.
Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–15 knot. Hembusan angin mendadak atau gusting berpotensi mencapai 22–30 knot.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan nelayan, pelayaran perahu kecil, serta wisatawan yang beraktivitas di pesisir Bantur, Sumbermanjing Wetan, Donomulyo, Gedangan, dan kawasan pantai selatan lainnya.
Peringatan Cuaca Ekstrem Jawa Timur
Potensi hujan ekstrem secara umum diprakirakan rendah di sebagian besar wilayah Jawa Timur. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap angin kencang mendadak, terutama di kawasan pesisir dan dataran tinggi.
Fenomena bediding pada malam hari serta udara kabur atau kabut yang menurunkan jarak pandang juga perlu diantisipasi. Masyarakat yang melakukan perjalanan ke kawasan gunung disarankan memperhatikan kondisi jalur dan mempersiapkan perlengkapan sesuai kebutuhan.
Nelayan dan pelaku pelayaran perahu kecil sebaiknya mempertimbangkan kondisi gelombang sebelum melaut. Wisatawan pantai juga perlu memperhatikan perubahan angin dan gelombang, terutama ketika beraktivitas di kawasan pesisir terbuka.
Dengan memahami prakiraan cuaca gunung dan kondisi perairan, masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan serta mengurangi risiko akibat perubahan cuaca yang terjadi sepanjang hari.
Sumber: bmkg.go.id


