Malang Raya Masih Bediding, Suhu Batu Capai 13°C dan Poncokusumo 14°C
Ilustrasi langit berawan tebal di Songgoriti, Kota Batu. Cuaca Malang Raya hari ini diprediksi dominan cerah berawan hingga berawan. -dok.diswaymalang.id--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Cuaca Malang Raya pada Kamis, 13 Agustus 2026, masih menunjukkan karakter khas musim kemarau. Udara dingin terutama terasa pada malam hingga pagi hari, terutama di kawasan dataran tinggi seperti Kota Batu dan sejumlah wilayah Kabupaten Malang.
Fenomena bediding di Malang Raya masih menjadi perhatian masyarakat. Suhu udara pada dini hari hingga pagi bisa turun cukup rendah sebelum kembali meningkat ketika matahari mulai menghangatkan permukaan bumi.
Data pengamatan terbaru menunjukkan suhu minimum di Kota Batu sempat berada di kisaran 13 derajat Celsius. Sementara itu, Poncokusumo juga menjadi salah satu kawasan yang merasakan udara dingin dengan prakiraan suhu sekitar 14–23 derajat Celsius.
Dataran Tinggi Malang Raya Masih Dikuasai Udara Dingin
Kota Batu menjadi salah satu kawasan yang paling terasa dingin pada periode ini.
Prakiraan terbaru menunjukkan Kecamatan Batu berada pada kisaran 16–24 derajat Celsius. Kondisi berkabut atau udara kabur juga masih berpeluang terjadi, terutama pada pagi hari.
Bumiaji memiliki temperatur yang lebih rendah dengan kisaran 15–24 derajat Celsius. Kondisi ini tidak mengherankan karena wilayah tersebut berada di kawasan dataran tinggi.
Sementara Junrejo relatif lebih hangat dengan kisaran suhu sekitar 18–26 derajat Celsius.
Perbedaan tersebut membuat warga maupun wisatawan yang beraktivitas pagi di Batu perlu menyiapkan pakaian yang cukup hangat.
Poncokusumo Ikut Merasakan Suhu Belasan Derajat
Udara dingin juga terasa di kawasan timur Kabupaten Malang, terutama Poncokusumo.
Kawasan tersebut diprakirakan memiliki suhu sekitar 14–23 derajat Celsius. Pada pagi hari, kondisi udara dapat disertai kabut atau udara kabur.
Bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata maupun jalur pegunungan Poncokusumo, kondisi tersebut perlu diperhitungkan. Selain suhu rendah, kabut dapat mengurangi jarak pandang pengendara.
Suhu Beranjak Naik Saat Siang
Kondisi dingin pada pagi hari tidak berlangsung sepanjang hari.
Seiring meningkatnya intensitas matahari, suhu udara di kawasan Malang Raya perlahan naik. Perbedaan antara suhu dini hari dan siang hari menjadi salah satu ciri yang cukup terasa selama musim kemarau.
Di wilayah Kabupaten Malang yang lebih rendah, temperatur bahkan dapat mencapai kisaran 27–28 derajat Celsius.
Turen, misalnya, diprakirakan berada pada kisaran 21–28 derajat Celsius. Sementara Wajak berada di sekitar 18–27 derajat Celsius.
Malang Selatan Cenderung Lebih Hangat
Karakter cuaca berbeda terlihat di wilayah selatan Kabupaten Malang.
Bantur diprakirakan memiliki suhu sekitar 22–27 derajat Celsius, sedangkan Sumbermanjing Wetan berada di kisaran 22–26 derajat Celsius.
Donomulyo juga relatif hangat dengan temperatur sekitar 22–26 derajat Celsius.
Kondisi ini menunjukkan luas wilayah Kabupaten Malang membuat suhu dan karakter cuaca antarkecamatan tidak bisa disamaratakan.
Jangan Samakan Prakiraan Cuaca Semua Wilayah
Masyarakat juga perlu memahami bahwa istilah cuaca Malang Raya mencakup wilayah dengan karakter geografis yang sangat berbeda.
Kota Malang berada di kawasan perkotaan, Kota Batu didominasi dataran tinggi, sementara Kabupaten Malang memiliki wilayah pegunungan, dataran rendah hingga kawasan pesisir selatan.
Karena itu, ketika satu wilayah mengalami kabut atau suhu rendah, kawasan lain bisa saja berada dalam kondisi cerah dan lebih hangat.
Kondisi atmosfer lokal juga memungkinkan perubahan cuaca berlangsung cukup cepat, terutama di kawasan pegunungan.
bediding Bukan Sekadar Efek Perasaan
Fenomena udara dingin yang dirasakan masyarakat memang sejalan dengan kondisi suhu minimum yang terukur.
Pada periode pengamatan terbaru, suhu minimum Kota Batu tercatat sekitar 13,3 derajat Celsius. Angka tersebut memperlihatkan bahwa udara dingin di kawasan dataran tinggi Malang Raya memang cukup signifikan.
Fenomena bediding lazim dirasakan saat musim kemarau karena kondisi atmosfer yang lebih kering dapat membuat pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih cepat pada malam hari.
Akibatnya, suhu menjelang pagi dapat turun cukup rendah sebelum kembali meningkat setelah matahari terbit.
Pengendara dan Wisatawan Perlu Antisipasi Kabut
Kondisi dingin bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Kabut pagi dapat muncul di sejumlah kawasan dataran tinggi dan berpotensi mengurangi jarak pandang. Pengendara yang menuju Batu, Pujon, Ngantang, Poncokusumo maupun jalur pegunungan lainnya perlu meningkatkan kewaspadaan.
Kecepatan kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi jalan dan jarak pandang. Lampu kendaraan juga harus dipastikan berfungsi dengan baik.
Bagi wisatawan yang merencanakan aktivitas luar ruang, pemeriksaan Prakiraan Cuaca berdasarkan lokasi tujuan tetap penting dilakukan sebelum berangkat.
Dengan karakter tersebut, cuaca Malang Raya hari ini masih memperlihatkan wajah musim kemarau yang cukup kuat: dingin pada malam hingga pagi, kemudian lebih hangat ketika siang.
Bagi warga Malang Raya, kondisi ini menjadi pengingat bahwa cuaca di satu wilayah belum tentu menggambarkan kondisi wilayah lainnya. Terutama untuk aktivitas di kawasan pegunungan, persiapan menghadapi suhu rendah dan perubahan kondisi atmosfer tetap diperlukan.
Sumber: bmkg.go.id









