2 tahun Disway Malang

Gus Baha: 4 Kalimat Zikir Ini Bisa Mengalahkan Zikir Berjam-jam (9-Habis)

Gus Baha: 4 Kalimat Zikir Ini Bisa Mengalahkan Zikir Berjam-jam (9-Habis)

Gus Baha menjelaskan 4 kalimat zikir yang bisa mengalahkan zikir berjam-jam. -Youtube @kajianislampopuler--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Dzikir tidak selalu harus panjang untuk mendapatkan keutamaan besar. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah saw mengajarkan empat rangkaian kalimat zikir kepada Sayyidah Juwairiyah yang jika dibaca tiga kali memiliki keutamaan luar biasa.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang, menjelaskan pentingnya memahami keluasan makna zikir yang diajarkan Nabi. Bacaan yang singkat dapat memuat pujian kepada Allah dengan cakupan makna yang sangat luas.

Keterangan ini bukan berarti zikir panjang tidak bernilai. Pesan utamanya adalah bahwa keutamaan ibadah tidak semata-mata diukur dari lamanya waktu atau banyaknya kata yang diucapkan. Tetapi juga dari tuntunan, makna, dan penghayatannya.

Zikir Tiga Kali yang Mengungguli Zikir sejak Pagi

Kisah tersebut diriwayatkan dalam Sahih Muslim nomor 2726. Rasulullah saw pernah meninggalkan Sayyidah Juwairiyah binti al-Harits ketika beliau sedang berada di tempat salatnya pada pagi hari. Nabi kemudian kembali setelah waktu duha, sementara Juwairiyah masih berada di tempat tersebut.

Rasulullah saw bertanya apakah Juwairiyah masih dalam keadaan seperti ketika beliau meninggalkannya. Setelah mendapat jawaban bahwa ia masih berzikir, Nabi menyampaikan bahwa beliau telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali. Namun jika ditimbang, lebih berat daripada seluruh zikir yang dibacakan Juwairiyah sejak pagi.

Empat kalimat tersebut adalah: Subhanallahi wa bihamdihi, ‘adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midada kalimatihi.

Artinya, “Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, sejauh keridaan-Nya, seberat timbangan Arasy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat-Nya.”

Hadis ini memperlihatkan betapa luasnya makna yang terkandung dalam bacaan tersebut. Dengan empat rangkaian pujian, seorang muslim diajak mengagungkan Allah dengan ukuran yang melampaui hitungan biasa.

Makna Empat Rangkaian Pujian kepada Allah

Bagian pertama, ‘adada khalqihi, berarti sebanyak bilangan makhluk Allah. Ungkapan ini mengingatkan manusia bahwa ciptaan Allah begitu banyak dan luas. Jauh melampaui apa yang dapat dihitung atau diketahui manusia.

Bagian kedua, wa ridha nafsihi, mengandung makna sesuai dengan keridaan Allah. Pujian yang diucapkan tidak hanya dikaitkan dengan jumlah, tetapi juga dengan keridaan-Nya.

Bagian ketiga, wa zinata ‘arsyihi, menggambarkan ukuran yang sangat besar. Yaitu seberat atau sepadan dengan timbangan Arasy-Nya. Sementara bagian keempat, wa midada kalimatihi, bermakna sebanyak tinta yang diperlukan untuk menuliskan kalimat-kalimat Allah.

Keempat zikir tersebut menunjukkan keluasan pujian kepada Allah. Zikir ini tidak sekadar mengulang kalimat pendek. Tetapi mengandung pengakuan atas kebesaran ciptaan, keridaan, keagungan, dan kalimat-kalimat-Nya.

Sumber: youtube @kajianislampopuler

Berita Terkait