2 tahun Disway Malang

Cuaca Gunung di Malang Hari Ini: Hujan Ringan Siang-Sore, Gelombang Selatan Capai 2,5 Meter

Cuaca Gunung di Malang Hari Ini: Hujan Ringan Siang-Sore, Gelombang Selatan Capai 2,5 Meter

Cuaca gunung di Malang dan perairan Malang selatan hari ini. -Ilustrasi: AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Cuaca di sejumlah kawasan gunung dan perairan Malang Selatan pada Kamis, 17 September 2026, perlu diwaspadai oleh pendaki, wisatawan, nelayan, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan terbuka. Hujan berpeluang muncul di beberapa kawasan pegunungan sejak siang hingga menjelang sore, sementara gelombang laut selatan diprakirakan mencapai 2,5 meter.

Kawasan Gunung Bromo diperkirakan berawan pada pagi hari. Potensi hujan ringan hingga sedang meningkat menjelang siang sampai sore, kemudian cuaca kembali berawan pada malam hari. Suhu udara berada pada kisaran 13–21 derajat Celsius dengan kelembapan sekitar 59–88 persen.

Selain kondisi cuaca, aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo masih terdampak penutupan total akibat kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak memaksakan kunjungan selama penutupan masih berlaku.

Gunung Bromo Berawan Pagi, Hujan Berpeluang Siang hingga Sore

Cuaca di kawasan Bromo diprakirakan berawan pada pagi hari. Peluang hujan berada di sekitar 10 persen pada pagi hari, kemudian meningkat menjadi 40–50 persen pada rentang pukul 11.00–15.00 WIB.

Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 2–4 mil per jam. Suhu terendah diperkirakan mencapai 13 derajat Celsius, sedangkan suhu tertinggi sekitar 21 derajat Celsius.

Kondisi tersebut membuat perubahan cuaca perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan terbuka atau jalur menuju kawasan pegunungan.

Arjuno–Welirang Berpotensi Hujan pada Siang Menjelang Sore

Kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang diperkirakan didominasi cuaca berawan pada pagi hari, dengan kemungkinan berubah menjadi cerah berawan di beberapa lokasi.

Suhu di area elevasi tinggi pada pagi hari berkisar 13–19 derajat Celsius. Memasuki siang hingga sore, suhu dapat meningkat hingga sekitar 23–24 derajat Celsius, bersamaan dengan potensi hujan rintik-rintik sampai hujan sedang.

Pada malam hari, cuaca diperkirakan kembali berawan. Suhu turun perlahan ke kisaran 17–18 derajat Celsius. Pendaki perlu memperhitungkan perubahan cuaca tersebut, khususnya jika masih berada di jalur terbuka saat memasuki siang atau menjelang sore.

Panderman–Butak–Kawi Cerah Berawan pada Pagi Hari

Kawasan Gunung Panderman, Butak, dan Kawi diprakirakan cerah berawan pada pagi hari. Suhu pada pukul 06.00–10.00 WIB berada di kisaran 16–24 derajat Celsius.

Perubahan cuaca berpotensi terjadi mulai siang hingga sore. Pada rentang pukul 11.00–17.00 WIB, awan diperkirakan semakin tebal dan berpeluang menimbulkan hujan ringan hingga hujan disertai angin singkat. Suhu berada sekitar 23–24 derajat Celsius, dengan kelembapan 54–67 persen.

Pada malam hari, cuaca kembali berawan. Potensi sisa hujan ringan diperkirakan berangsur mereda, sedangkan suhu turun ke kisaran 17–20 derajat Celsius.

 perairan Malang Selatan Berpotensi Gelombang Tinggi 2,5 Meter

Kondisi perairan Malang Selatan pada Kamis, 17 September 2026 pukul 07.00 WIB diprakirakan cerah berawan dengan suhu sekitar 24 derajat Celsius dan kelembapan 88 persen.

Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 9 knot. Hembusan angin dapat mencapai 16 knot, sedangkan arus bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,38 knot.

Ketinggian gelombang diprakirakan mencapai 2,5 meter dan masuk kategori tinggi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, operator perahu, wisatawan pantai, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar garis pantai Malang Selatan.

Prakiraan tersebut berlaku mulai 17 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 September 2026 pukul 07.00 WIB. Aktivitas pelayaran dan wisata bahari perlu menyesuaikan kondisi laut serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Waspadai Angin, Karhutla, dan Penurunan Suhu Pegunungan

Peringatan dini cuaca untuk Jawa Timur juga menekankan perlunya kewaspadaan terhadap peningkatan angin lokal, kondisi kering, dan risiko kebakaran hutan serta lahan. Cuaca terik pada siang hari yang disertai kelembapan rendah dapat membuat vegetasi lebih mudah terbakar, terutama di kawasan pegunungan.

Pada malam hingga dini hari, masyarakat di dataran tinggi juga perlu mewaspadai penurunan suhu serta kemunculan udara kabur atau kabut. Perubahan jarak pandang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan, khususnya di jalur berkelok dan kawasan dengan elevasi tinggi.

Pendaki, wisatawan, nelayan, dan masyarakat pesisir disarankan memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas serta segera mencari tempat aman apabila hujan deras, angin kencang, atau perubahan kondisi laut mulai terjadi.

Sumber: google cuaca

Berita Terkait