Kebakaran Gunung Kawi Meluas, Jalur Pendakian Panderman Masih Ditutup Total
Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto, SH SIK MH sedang berada di pintu pendakian Panderman bersama Administrator Perhutani KPH Malang, Kelik Djadmiko-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID –Kebakaran hutan di kawasan Gunung Kawi kembali membesar setelah sempat mereda pada Kamis dan Jumat. Kobaran api bahkan terlihat dari wilayah Kota Malang pada Selasa (15/9/2026) dan dilaporkan telah menjalar ke kawasan Kecamatan Dau.
Situasi tersebut membuat jalur pendakian Gunung Buthak melalui pintu masuk Panderman di Dusun Toyomerto, Kota Batu, masih ditutup total untuk masyarakat dan pendaki. Penutupan dilakukan demi menghindari risiko akibat pergerakan api, asap, serta kondisi cuaca di kawasan pegunungan.
Kebakaran yang kembali muncul pada Sabtu sore itu kini menjadi perhatian tim gabungan. Petugas dan relawan harus menyesuaikan strategi pemadaman dengan arah angin yang berubah-ubah dan kondisi panas di kawasan puncak.
Wati, warga Claket, mengatakan kobaran api terlihat jelas dari sisi timur pegunungan pada Senin malam hingga Selasa pagi. “Semalam api terlihat jelas dari sini, semoga lekas padam,” kata Wati, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, kemarau yang panas ditambah api Kebakaran hutan hawa Malang menjadi tambah panas. "Siang panas ketambahan panasnya kebabakaran di gunung Kawi," tuturnya.
Sementara itu Kapolres Batu AKBP Dr Aris Purwanto SH SIK MH yang memantau situasi dari pos pemadaman di pintu pendakian Panderman, mengimbau seluruh tim lapangan untuk mengutamakan keselamatan.
"Saya berharap para petugas dan relawan tetap menjaga diri. Saat ini angin mulai sangat kencang dan cuaca di atas amat panas," ujar AKBP Aris.
Diungkapkannya, jika angin tidak menentu, namun kecenderungan diatas jam 09.00 angin mulai kencang. Para petugas dan relawan diharapkan waspada.
Tak hanya jalur darat yang terkendala, upaya pemadaman lewat udara menggunakan helikopter water bombing juga terhenti sementara akibat faktor cuaca. Angin kencang di area puncak dinilai terlalu berisiko bagi penerbangan.
Melihat kendala alam tersebut, pihak kepolisian mendorong adanya penyesuaian strategi pemadaman.
"Helikopter tidak bisa beroperasi karena angin di atas sangat kencang. Ini perlu ada evaluasi. Sebab, angin biasanya berhembus sangat kuat pada siang hingga sore hari. Berarti opsi pemadaman udara harus dilakukan lebih awal, yakni pagi hari lebih awal. Ini yang akan kita sampaikan dalam rapat evaluasi nanti," jelas Kapolres.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BPBD Kota Batu, TNI-Polri, perhutani, dan relawan masih terus bersiap dan memantau pergerakan angin untuk melanjutkan proses pemadaman secara terukur. Masyarakat dan pendaki diimbau untuk tidak mendekati area rawan serta mematuhi penutupan jalur pendakian demi keselamatan bersama.
Sumber:


