Tembus Sengari yang Terisolasi, Tim Medis PMI Tangani Ratusan Korban Gempa Flores
NTT, DISWAYMALANG.ID - Setelah berhari-hari terisolasi akibat akses jalan tertutup material longsor, wilayah Sengari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai Timur, akhirnya berhasil dijangkau tim medis PMI.
Kedatangan dokter dan perawat gabungan PMI Provinsi DKI Jakarta serta Rumah Sakit PMI Bogor menjadi angin segar bagi warga yang selama beberapa hari menanti layanan kesehatan. Tim langsung membuka pos pelayanan kesehatan darurat dan klinik lapangan di area terbuka yang sekaligus menjadi lokasi pengungsian.
Ratusan warga kemudian mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Sebagian di antaranya mengalami luka ringan hingga sedang akibat tertimpa reruntuhan bangunan, material konstruksi, maupun batuan yang longsor dari perbukitan saat gempa terjadi.
Jalan Terputus Jadi Kendala Utama
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak luas di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga perkembangan awal, sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan warga mengalami luka-luka. Pendataan korban dan kerusakan masih terus dilakukan.
Di wilayah Manggarai Timur, kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan bencana. Sejumlah akses menuju wilayah terdampak mengalami gangguan akibat longsor dan kerusakan jalan.
Kondisi tersebut membuat bantuan dan pelayanan medis tidak bisa langsung menjangkau seluruh warga. Sengari menjadi salah satu wilayah yang mengalami persoalan akses tersebut.
Setelah akses berhasil ditembus, tim kesehatan PMI langsung memprioritaskan warga yang membutuhkan pemeriksaan dan pertolongan medis.
Klinik Darurat Dibuka di Tengah Pengungsian
Tim kesehatan melakukan triase untuk menentukan tingkat kegawatan pasien. Korban dengan kondisi lebih serius mendapatkan penanganan lebih dahulu.
Pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan kemudian diarahkan untuk mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan rujukan. Dalam kondisi tertentu, evakuasi melalui jalur udara menjadi pilihan karena jalur darat masih menghadapi kendala.
Kehadiran klinik lapangan juga penting bagi warga yang memilih bertahan di lokasi pengungsian. Selain menangani luka akibat gempa dan longsor, tenaga kesehatan dapat memantau kondisi warga yang rentan mengalami gangguan kesehatan setelah beberapa hari berada di tempat pengungsian.
Bantuan Logistik Terus Bergerak
Penanganan gempa Flores tidak hanya menyangkut layanan kesehatan. Kebutuhan dasar warga terdampak juga menjadi perhatian pemerintah dan berbagai lembaga kemanusiaan.
Hingga hari kelima penanganan, pemerintah menyebut total 253 ton bantuan logistik telah dikirim ke NTT. Bantuan tersebut didistribusikan melalui berbagai jalur, termasuk udara dan laut, sebelum disalurkan dari posko logistik di Labuan Bajo dan Maumere menuju wilayah terdampak.
Pemerintah juga mengerahkan KRI Bung Hatta untuk membantu distribusi dukungan logistik bagi warga terdampak gempa. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah yang akses daratnya mengalami kendala.
Namun, tantangan distribusi tetap besar karena kondisi geografis Flores dan sejumlah ruas jalan yang rusak atau tertutup longsor.
Obat-obatan dan Kebutuhan Pengungsian
Di tengah situasi tersebut, kebutuhan warga tidak berhenti pada makanan. Layanan kesehatan membutuhkan ketersediaan obat-obatan untuk menangani luka dan keluhan kesehatan warga.
Sumber:

