UB dan BRIN Kembangkan Material Berkelanjutan Berbasis Biomassa, Hasilkan Buku Ber-ISBN
Dosen UB saat Memberikan buku referensi ber-ISBN sekaligus Hak Cipta berjudul “Pengantar Nanoteknologi dan Bioteknologi: Material Berkelanjutan dari Biomassa”.--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID—Universitas Brawijaya (UB) memperkuat pengembangan material berkelanjutan berbasis biomassa melalui kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kerja sama tersebut menggabungkan keahlian bioteknologi dan nanoteknologi untuk mengolah biomassa serta limbah agroindustri menjadi material bernilai tambah. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang lahirnya inovasi yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan akademik, industri, dan masyarakat.
Penguatan riset material berkelanjutan berbasis biomassa itu dilakukan melalui Program Dosen Berkarya 2026 Skema A Joint Research and Publication. Program tersebut mengusung tema “Bridging Nanotechnology and Biotechnology: Sustainable Functional Materials from Biomass”.
Program diketuai Dr Eng Elya Mufidah SPi MP bersama anggota Dr Agr Sc Dimas Firmanda Al Riza ST MSc dengan melibatkan Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN sebagai mitra.
Salah satu hasil yang telah dicapai yakni terbitnya buku referensi ber-ISBN sekaligus Hak Cipta berjudul “Pengantar Nanoteknologi dan Bioteknologi: Material Berkelanjutan dari Biomassa”.
Buku tersebut ditulis Elya Mufidah bersama Prof Murni Handayani PhD dan Dimas Firmanda Al Riza. Materinya mencakup dasar nanoteknologi dan bioteknologi, biomassa sebagai sumber material, nanobioteknologi, material fungsional berbasis biomassa, teknik karakterisasi, aplikasi, aspek keamanan, hingga perkembangan teknologi.
Selain menghasilkan luaran akademik, kolaborasi UB-BRIN juga diarahkan untuk membangun riset lintas disiplin yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim UB melakukan kunjungan dan diskusi ilmiah di fasilitas BRIN untuk mengeksplorasi laboratorium, metode karakterisasi, desain riset, serta peluang pemanfaatan biomassa dan limbah agroindustri sebagai bahan baku material bernilai tambah.
BACA JUGA:SMAN 1 Bululawang Cetak Sejarah di DBL 2026, 7 Tahun Menanti hingga Final Perdana
“Kolaborasi ini tidak hanya diarahkan pada pemenuhan luaran Program Dosen Berkarya, tetapi juga untuk membuka ruang riset bersama yang lebih berkelanjutan antara Universitas Brawijaya dan BRIN, khususnya pada integrasi bioteknologi, nanoteknologi, dan pemanfaatan biomassa,” ujar Elya.
Ke depan, kolaborasi tersebut diarahkan pada pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, kekayaan intelektual, dan inovasi yang dapat dimanfaatkan akademisi, industri, maupun masyarakat.
Pengembangan material berbasis biomassa juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya terbarukan dan teknologi berkelanjutan. Program ini sekaligus mendukung peningkatan kapasitas dosen dalam kegiatan di luar kampus serta pemanfaatan hasil kerja akademik melalui publikasi dan buku referensi.
Sumber:

