1 tahun disway

Pimpin Suling ke-152 di Donomulyo, Sekda Budiar Sosialisasikan Visi Malang MAKMUR

Pimpin Suling ke-152 di Donomulyo, Sekda Budiar Sosialisasikan Visi Malang MAKMUR

Sekda Kab. Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si memberikan bantuan hibah untuk tempat ibadah di Masjid Jami Darussalam, Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Jumat (24/7) pagi-Web-Prokopim Kab.Malang

DONOMULYO, DISWAYMALANG.ID–Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Budiar MSi memimpin pelaksanaan Subuh Keliling (Suling) Kabupaten Malang putaran ke-152 di Masjid Jami Darussalam, Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus menyosialisasikan visi pembangunan Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, Budiar hadir mewakili Bupati Malang M Sanusi yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.

Selain melaksanakan salat Subuh berjamaah, Sekda juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada takmir masjid dan masyarakat serta meninjau stan pelayanan publik yang disediakan Pemerintah Kabupaten Malang untuk warga setempat.

BACA JUGA:Rektor Universitas Kepanjen Dorong Pendidikan Inklusif, Aktif Dampingi Orang dengan HIV/AIDS


Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Budiar MSi saat acara Suling (Subuh Keliling) di Masjid Jami Darussalam, Desa Purworejo, Kecamatan Donomulyo, Jumat (24/7) pagi.-Prokopim Kab.Malang-

Suling Jadi Upaya Memakmurkan Masjid

Program Suling rutin digelar Pemerintah Kabupaten Malang sebagai sarana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengajak umat Islam memakmurkan masjid melalui gerakan salat berjamaah.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemerintah daerah juga dapat berdialog langsung dengan masyarakat serta menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di tingkat desa.

Kenalkan Visi Malang MAKMUR

Dalam arahannya, Budiar memperkenalkan visi pembangunan Kabupaten Malang yang diusung Bupati Sanusi, yakni Malang MAKMUR.

Ia menjelaskan bahwa MAKMUR merupakan akronim dari Maju, Agamis, Kreatif, Mandiri, Unggul, dan Responsif, yang menjadi arah pembangunan Kabupaten Malang di berbagai sektor.

BACA JUGA:Dies Natalis ke-2, Universitas Kepanjen Luncurkan Enam Jurnal Ilmiah untuk Perkuat Ekosistem Akademik

"Maju berarti perkembangan daerah yang progresif dalam berbagai sektor. Agamis adalah kehidupan masyarakat yang religius dan beretika moral tinggi. Kreatif berarti memiliki daya cipta dan inovasi dalam menghadapi tantangan. Mandiri adalah kemampuan daerah berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi maupun sosial. Unggul berarti kualitas sumber daya dan hasil pembangunan yang terdepan, sedangkan Responsif adalah kepekaan pemerintah dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan daerah," jelas Budiar.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama dalam mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin maju dan sejahtera.

Apresiasi Potensi Donomulyo

Pada kesempatan tersebut, Budiar juga mengapresiasi perkembangan Kecamatan Donomulyo yang dinilai memiliki berbagai potensi unggulan.

Ia menyoroti berkembangnya budidaya melon yang semakin dikenal, potensi wisata Pantai Modangan yang didukung aktivitas olahraga paralayang, hingga produksi garam tunnel yang menjadi salah satu unggulan daerah.

Menurutnya, berbagai potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar mampu meningkatkan perekonomian warga sekaligus memperkuat daya saing Kabupaten Malang.

BACA JUGA:Dies Natalis ke-2 Universitas Kepanjen, Perkuat Pencegahan Kekerasan dan Isu Kesehatan Mental Dunia Pendidikan

Melalui kegiatan Suling, Pemerintah Kabupaten Malang berharap semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat terus terjalin, sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang berlandaskan nilai religius, pelayanan publik yang semakin baik, serta pemberdayaan potensi lokal.

Sumber: prokopim kabupaten malang

Berita Terkait