1 tahun disway

Benarkah Sikat Gigi Plastik Melepaskan Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Sikat Gigi Plastik Melepaskan Mikroplastik? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gambaran mikroplastik --IPB University

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Penggunaan sikat gigi berbahan plastik menjadi perhatian dalam berbagai kajian mengenai paparan mikroplastik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gesekan yang terjadi saat menyikat gigi berpotensi menyebabkan pelepasan partikel mikroplastik dalam jumlah sangat kecil dari bulu sikat berbahan sintetis.

Sebagian besar sikat gigi konvensional diproduksi menggunakan bulu berbahan nilon, sedangkan gagangnya terbuat dari polimer sintetis seperti polipropilena atau polietilena. Material tersebut dikenal kuat dan tahan lama, tetapi sulit terurai secara alami ketika telah menjadi limbah.

Gesekan Berpotensi Melepaskan Partikel Mikroplastik

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan melalui National Center for Biotechnology Information (NCBI), aktivitas menyikat gigi secara mekanis dapat menyebabkan abrasi pada bulu sikat berbahan nilon.

BACA JUGA:Siwak atau Sikat Gigi, Mana yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ilmiah Menurut WHO dan NCBI

Gesekan yang terus-menerus dengan permukaan gigi serta pasta gigi yang mengandung bahan abrasif berpotensi melepaskan fragmen mikroplastik berukuran mikro hingga nano yang dapat tertelan dalam jumlah sangat kecil.

Meski demikian, penelitian mengenai besarnya paparan dari sikat gigi terhadap kesehatan manusia masih terus berkembang.

Limbah Sikat Gigi Jadi Penyumbang Sampah Plastik

Selain menjadi perhatian dari sisi kesehatan, sikat gigi plastik juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA) mengategorikan sikat gigi bekas sebagai limbah plastik persisten yang sulit terurai.

Apabila dibuang ke lingkungan, material plastik tersebut akan mengalami proses pelapukan akibat sinar ultraviolet, perubahan suhu, serta gesekan mekanis hingga akhirnya terpecah menjadi partikel mikroplastik yang dapat mencemari tanah maupun perairan.

BACA JUGA:Bau Mulut saat Puasa Ramadan 2026, Ini 9 Tips untuk Mencegahnya

WHO: Paparan Mikroplastik Masih Terus Diteliti

Dalam kajian mengenai mikroplastik, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa paparan mikroplastik pada manusia umumnya berasal dari makanan, minuman, udara, dan berbagai produk kebutuhan sehari-hari.

WHO juga menegaskan bahwa bukti ilmiah mengenai dampak langsung paparan mikroplastik dari penggunaan sikat gigi terhadap kesehatan manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Meski demikian, berbagai upaya untuk mengurangi paparan mikroplastik tetap dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Cara Mengurangi Potensi Paparan

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk meminimalkan potensi pelepasan mikroplastik dari sikat gigi.

Mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan atau ketika bulu sikat mulai mekar dapat membantu mengurangi abrasi yang berlebihan.

BACA JUGA:3 Bahan Makanan yang Sebaiknya Tidak Dicuci sebelum Dimasak, Ayam Mentah Nomor Satu

Selain itu, masyarakat dapat mempertimbangkan penggunaan sikat gigi dengan bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti gagang berbahan bambu atau material biodegradable yang kini mulai banyak tersedia di pasaran.

Teknik menyikat gigi juga perlu diperhatikan. Menyikat gigi dengan tekanan yang cukup, tanpa terlalu keras, tidak hanya membantu mengurangi gesekan pada bulu sikat, tetapi juga menjaga kesehatan gusi dan email gigi.

Dengan perawatan yang tepat serta pemilihan produk yang bijak, masyarakat tetap dapat menjaga kesehatan gigi sekaligus ikut mengurangi dampak lingkungan akibat limbah plastik.

Sumber: world health organization (who)

Berita Terkait