1 tahun disway

Cara Membuat Hidroponik dari Botol Bekas, Solusi Berkebun Hemat di Lahan Sempit

Cara Membuat Hidroponik dari Botol Bekas, Solusi Berkebun Hemat di Lahan Sempit

Metode penanaman hidroponik menggunakan botol bekas--Bibit Bunga

MALANG, DISWAYMALANG.IDCara membuat hidroponik dari botol bekas menjadi salah satu solusi praktis bagi masyarakat yang ingin berkebun di rumah meski memiliki lahan terbatas. Selain mudah diterapkan, metode ini juga membantu mengurangi limbah plastik dengan memanfaatkan kembali botol minuman bekas sebagai media tanam.

Konsep ini semakin populer di kawasan perkotaan karena mampu menghasilkan sayuran segar secara mandiri menggunakan sistem hidroponik sederhana. Dengan biaya yang relatif murah, siapa pun dapat menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, selada, kangkung, hingga bayam tanpa memerlukan tanah.

Berdasarkan panduan budidaya pertanian perkotaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), botol plastik bekas berukuran 1,5 liter merupakan salah satu wadah yang ideal untuk diterapkan pada hidroponik wick system atau sistem sumbu.

BACA JUGA:Ubah Limbah Botol Plastik Jadi Teknologi Penangkap Nanoplastik, Mahasiswa Teknik Kimia UB Juara 1 Nasional

Alat dan Bahan

Untuk membuat hidroponik dari botol bekas, siapkan beberapa bahan berikut:

  • Botol plastik bekas ukuran 1–1,5 liter.
  • Kain flanel sebagai sumbu.
  • Media tanam seperti rockwool atau arang sekam.
  • Larutan nutrisi hidroponik (AB Mix).
  • Bibit sayuran.
  • Cutter atau gunting.

Cara Membuat Hidroponik dari Botol Bekas

Langkah pembuatannya cukup sederhana.

  1. Bersihkan botol plastik hingga tidak ada sisa minuman.
  2. Potong botol menjadi dua bagian.
  3. Lubangi tutup botol, lalu masukkan kain flanel hingga menjulur ke bawah sebagai sumbu.
  4. Balik bagian atas botol dan letakkan pada bagian bawah sehingga membentuk pot.
  5. Isi bagian bawah dengan larutan nutrisi hidroponik.
  6. Masukkan media tanam ke bagian atas, kemudian tanam bibit sayuran.
  7. Pastikan kain flanel menyentuh larutan nutrisi agar air dan nutrisi dapat naik menuju akar tanaman melalui proses kapiler.

Dengan sistem ini, tanaman akan memperoleh pasokan air dan nutrisi secara otomatis tanpa perlu penyiraman setiap hari.

BACA JUGA:UB Gandeng PT LyondellBasell Hadirkan Mesin Daur Ulang Botol Plastik (RVM) untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Manfaat Menggunakan Botol Bekas

Selain hemat biaya, penggunaan botol plastik bekas juga memberikan manfaat bagi lingkungan.

Botol berbahan Polyethylene Terephthalate (PET) yang sulit terurai dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi jumlah sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Metode hidroponik juga dinilai lebih higienis karena tidak menggunakan tanah. Risiko kontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit pada tanaman menjadi lebih rendah sehingga hasil panen lebih bersih.

Tips Agar Tanaman Tumbuh Optimal

Agar hidroponik dari botol bekas memberikan hasil maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pastikan botol dicuci bersih sebelum digunakan agar tidak mengundang semut, jamur, maupun hama akibat sisa gula dari minuman.

BACA JUGA:UM Jadi Kampus Pertama di Malang Yang Pasang Mesin Penukar Botol Plastik, Kuatkan Citra Kampus Hijau

Selain itu, bagian luar botol sebaiknya dilapisi aluminium foil atau dicat berwarna gelap. Langkah ini bertujuan mengurangi paparan sinar matahari langsung ke larutan nutrisi sehingga mencegah pertumbuhan lumut yang dapat mengganggu perkembangan akar tanaman.

Larutan nutrisi juga perlu diperiksa secara berkala dan ditambah apabila volumenya mulai berkurang.

Dengan menerapkan cara membuat hidroponik dari botol bekas, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sayuran segar secara mandiri, tetapi juga ikut mendukung pengurangan limbah plastik dan pengembangan urban farming yang ramah lingkungan.

Sumber: brin.go.id