1 tahun disway

Garuda Terganjal Restu Klub: Dilema John Herdman di Tengah TC Bali

Garuda Terganjal Restu Klub: Dilema John Herdman di Tengah TC Bali

John Herdman pelatih timnas Indonesia-ist-Arsiptimnas

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia di Bali terus digenjot sebagai persiapan matang menyongsong gelaran bergengsi Kejuaraan ASEAN 2026. Di bawah guyuran sinar matahari Pulau Dewata, skuad Garuda tampak bersemangat menggelar setiap menu latihan. Kendati sang juru taktik, John Herdman, mengaku puas dengan grafik perkembangan fisik dan taktik anak asuhnya, sebuah ganjalan klasik rupanya masih menyisakan sedikit rasa kecewa di benak pelatih asal Inggris tersebut.

BACA JUGA: Justin Hubner Tampil Solid Bersama Fortuna Sittard, Jadi Modal Berharga Timnas Indonesia

​Penyebabnya tak lain adalah benturan agenda. Karena Kejuaraan ASEAN bergulir di luar kalender resmi FIFA, sejumlah klub luar negeri memilih memagari pemain mereka dan enggan melepaskannya ke skuad Garuda.

​Kerangka Tim yang Terbelah

​Sebelumnya, Herdman telah memanggil 50 nama untuk menyaring talenta-talenta terbaik. Program TC ini sengaja dipecah menjadi dua tahap demi menggodok tim secara objektif sebelum dikerutkan menjadi 23 pemain final yang siap tempur.

BACA JUGA: Mauro Zijlstra Dicoret dari TC Timnas Indonesia, Cedera Jadi Korban Pertama Era John Herdman

​Mayoritas amunisi yang dipanggil kali ini didominasi oleh wajah-wajah lokal dari kancah Super League, dengan rincian:

  • ​45 Pemain: Berkompetisi di liga domestik.
  • ​5 Pemain: Berkarier di luar negeri (luar negeri), yaitu Justin Hubner, Marselino Ferdinan, Mathew Baker, Tim Geypens, dan Mitchell Baker.

BACA JUGA: Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030 Meningkat? Peserta FIFA Bahas Wacana 64

​Sayangnya, meski dipanggil, tidak semua pemain diaspora tersebut bisa mengemas koper mereka ke Bali. Herdman mengungkapkan bahwa beberapa klub mempertahankan pemainnya karena tengah menjalani fase pramusim yang krusial.

​"Saya sedikit kecewa karena beberapa klub luar negeri tidak bersedia melepas pemain mereka. Padahal mereka masih berada di masa pramusim," ujar Herdman dengan nada sesal.

BACA JUGA: Putus Keterlambatan Regenerasi, PSSI Siap Bentuk Timnas U-15 di Bawah Supervisi Alexander Zwiers

​Bagi Herdman, masa pramusim sebenarnya bisa menjadi momentum emas yang saling menguntungkan. Di satu sisi, pemain mendapatkan menit bermain kompetitif di level internasional bersama tim nasional, sementara di sisi lain, mereka akan kembali ke klub dalam kondisi kebugaran yang jauh lebih siap.

​Apresiasi untuk yang Bertahan dan Nestapa Luke Vickery

​Meski didera isu penolakan klub, Herdman tidak ingin larut dalam kekecewaan. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada klub-klub yang tetap menunjukkan jiwa besar dengan melepas pemain mereka demi Merah Putih. Ia juga menyebut berkah terselubung bagi beberapa pemain yang saat ini sedang berstatus tanpa klub (sedang mencari pelabuhan baru), karena mereka bisa fokus penuh mengikuti seluruh rangkaian latihan tanpa beban instruksi klub.

BACA JUGA: Era Awal Manis David Nascimento: Erick Thohir Puji Maju Timnas U-17 Usai Tekuk Malaysia

Namun, kabar kurang sedap tetap tak terhindarkan. Salah satu talenta muda yang paling dinanti kehadirannya, Luke Vickery, dipastikan batal merapat. Penyerang muda yang saat ini tengah menjalani proses naturalisasi tersebut terpaksa gigit jari setelah klubnya, Macarthur FC, melayangkan surat persetujuan izin.

​Herdman sangat menyyangkan ketidakhadirannya Luke. Pasalnya, panggung ASEAN Championship 2026 diproyeksikan menjadi kawah candradimuka yang sangat berharga bagi jam terbang sang striker muda.

​"Ini merupakan kesempatan besar bagi pemain seperti Luke Vickery. Turnamen ini bisa menjadi pengalaman yang sangat baik untuknya, tetapi sayangnya klubnya tidak mengizinkan dia bergabung," pungkas Herdman menutup keterangannya.

Sumber: disway network

Berita Terkait