Penumpang Stasiun Malang Tembus 1,08 Juta pada Semester I 2026, Naik 5 Persen
Stasiun Baru PT KAI Kota Malang--
BLIMBING, DISWAYMALANG.ID – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, jumlah pelanggan yang dilayani Stasiun Malang mencapai 1.087.795 orang, atau naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, sebanyak 536.049 pelanggan berangkat dari Stasiun Malang, sedangkan 551.746 pelanggan tiba selama Januari hingga Juni 2026. Pada periode yang sama tahun 2025, total pelanggan tercatat sebanyak 1.036.739 orang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Malang menjadi indikator semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. Capaian ini merupakan hasil komitmen KAI dalam menjaga keandalan operasional, meningkatkan ketepatan waktu perjalanan, kualitas pelayanan, serta menghadirkan inovasi berbasis digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7).
BACA JUGA:Menuju Dua Dekade, Universitas Ma Chung Siap Jadi Trendsetter Lewat Penta Helix
Menurut Mahendro, pertumbuhan jumlah pelanggan didorong meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang Semester I 2026, terutama saat periode libur panjang dan libur sekolah. Selain untuk perjalanan wisata, kereta api juga banyak dimanfaatkan untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun silaturahmi keluarga.
Untuk mengimbangi peningkatan tersebut, KAI terus meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Malang melalui berbagai inovasi dan modernisasi fasilitas.
Saat ini, Stasiun Malang telah dilengkapi Face Recognition Boarding Gate yang memungkinkan proses boarding lebih cepat tanpa perlu menunjukkan tiket maupun kartu identitas fisik. Selain itu, tersedia ruang tunggu yang nyaman, ruang laktasi, fasilitas ramah penyandang disabilitas, ruang ibadah, hingga kemudahan konektivitas dengan moda transportasi lanjutan.
Mahendro menegaskan transformasi layanan tidak hanya berfokus pada operasional perjalanan kereta api, tetapi juga peningkatan pengalaman pelanggan sejak berada di stasiun.
BACA JUGA:BI Sebut Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Picu Inflasi Kota Malang
“Kami ingin memastikan pelanggan memperoleh pengalaman perjalanan yang berkualitas melalui kemudahan akses, fasilitas yang nyaman, pelayanan yang semakin modern, serta konektivitas yang terintegrasi,” katanya.
Selain penguatan layanan di stasiun, KAI Daop 8 Surabaya juga terus menjaga ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan, serta memperluas layanan digital untuk mempermudah masyarakat merencanakan perjalanan.
Dengan capaian positif pada paruh pertama tahun ini, KAI Daop 8 Surabaya optimistis tren pertumbuhan penumpang akan berlanjut hingga akhir 2026 seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Sumber:

