1 tahun disway

Program Santripreneur Dimulai di Malang, Ponpes An-Nur 2 Jadi Percontohan Nasional

Program Santripreneur Dimulai di Malang, Ponpes An-Nur 2 Jadi Percontohan Nasional

Pondok Pesantren An Nur 2 Bululawang, Kabupaten Malang--annur2.net

BULULAWANG, DISWAYMALANG.ID–Pondok pesantren kini tak lagi hanya menjadi pusat pendidikan agama. Di Kabupaten Malang, pesantren mulai diproyeksikan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui pengembangan santripreneur, sebuah program yang mendorong lahirnya wirausahawan muda berbasis pesantren.

Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia Helvi Y Moraza ke Pondok Pesantren An-Nur 2 Bululawang, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan santri sekaligus mempercepat pertumbuhan UMKM berbasis pesantren.

Dalam agenda tersebut, Wamen UMKM didampingi langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi, sejumlah anggota DPR RI, pimpinan DPRD Kabupaten Malang, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 2, jajaran Kementerian UMKM, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bululawang.

Pesantren Disiapkan Menjadi Inkubator UMKM

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah menyiapkan Pondok Pesantren An-Nur 2 sebagai pilot project pengembangan santripreneur melalui pendidikan kewirausahaan, pelatihan, hingga pendampingan usaha bagi para santri.

Program tersebut diharapkan mampu membekali santri dengan keterampilan bisnis yang dapat diterapkan setelah mereka kembali ke daerah asal masing-masing.

Dengan bekal tersebut, lulusan pesantren tidak hanya menjadi penyebar nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha produktif, dan menggerakkan roda perekonomian di lingkungan sekitarnya.

Kementerian UMKM pun menargetkan pesantren menjadi salah satu pusat pertumbuhan UMKM baru di Indonesia, termasuk di Kabupaten Malang yang memiliki jumlah pondok pesantren cukup besar.


Gerbang Ponpes An Nur 2 di Bululawang, Kabupaten Malang. -annur2.net-

An-Nur 2 Jadi Percontohan Nasional

Pondok Pesantren An-Nur 2 Bululawang dipilih sebagai proyek percontohan hasil kolaborasi antara Kementerian UMKM, Pemerintah Kabupaten Malang, dan pihak pesantren.

Apabila program ini berjalan sesuai harapan, An-Nur 2 akan berkembang menjadi inkubator bisnis berbasis pesantren yang mampu melahirkan wirausahawan muda sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sebagai tindak lanjut, Wamen UMKM juga berencana menggelar Festival UMKM di lingkungan Pondok Pesantren An-Nur 2. Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah promosi produk santri sekaligus memperkuat jaringan usaha dan pemasaran bagi pelaku UMKM binaan pesantren.

Kolaborasi dengan Potensi Lokal

Di sela kunjungan, Bupati Malang HM Sanusi memaparkan potensi ekonomi daerah kepada rombongan Kementerian UMKM, termasuk sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Kabupaten Malang, seperti komoditas tebu.

Menurutnya, pengembangan santripreneur perlu diintegrasikan dengan potensi unggulan daerah sehingga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

Ia berharap kunjungan tersebut menghasilkan langkah nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar kegiatan simbolis.

Perkuat Strategi Pengembangan UMKM Kabupaten Malang

Program santripreneur melengkapi berbagai strategi Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperkuat sektor UMKM. Sebelumnya, pemerintah daerah juga aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan Dekranasda Fest, penguatan koperasi desa, hingga penyaluran berbagai stimulus bagi pelaku usaha mikro.

Dengan melibatkan dunia pesantren, pemerintah berharap semangat kewirausahaan dapat tumbuh lebih luas, termasuk di kalangan santri yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Malang.

Jika program ini berjalan optimal, Kabupaten Malang berpeluang melahirkan generasi santripreneur yang tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga kompetensi bisnis untuk membangun ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing UMKM di masa depan.

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber