1 tahun disway

UB–UTU Perkuat Kolaborasi Riset, Fokus Tingkatkan Kualitas Genetik Ternak Lokal Aceh

UB–UTU Perkuat Kolaborasi Riset, Fokus Tingkatkan Kualitas Genetik Ternak Lokal Aceh

Pertemuan Pihak Universitas Brawijaya dan Universitas Teuku Umar Di Gedung Rektorat UB--prasetya.ub.ac.id

MALANG DISWAYMALANG.ID–Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan kerja dari Universitas Teuku Umar (UTU) pada Senin (20/4/2026) di Gedung Rektorat lantai 6 UB. Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Khususnya dalam pengembangan riset peternakan dan peningkatan mutu genetik ternak lokal.

Dikutip dari laman resmi UB, rombongan UTU dipimpin oleh Rektor Prof dr Ishak MSi yang hadir bersama jajaran pimpinan universitas. Kunjungan tersebut disambut oleh Rektor UB Prof Widodo didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi Prof Andi Kurniawan.

Dalam pertemuan itu, pihak UTU menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi kerja sama yang telah disepakati, terutama di sektor peternakan. UTU melihat potensi besar di wilayah Aceh yang belum sepenuhnya dioptimalkan, mulai ketersediaan sumber daya hingga tingginya kebutuhan pasar terhadap produk peternakan seperti daging.

BACA JUGA:UB Tanam Pohon Langka, Perkuat Komitmen Kampus Hijau dan Mitigasi Iklim

Menurut rektor UTU, kolaborasi dengan UB diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan kapasitas riset dan pengembangan di kampusnya. Pengalaman dan keunggulan UB di bidang peternakan dinilai mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam peningkatan kualitas hasil ternak maupun pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

“Terima kasih atas sambutan baik dari UB atas kunjungan kami ini. Tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk implentasi dari kerjasama yang pernah dilakukan. UB sudah tidak asing lagi bagi UTU. Pengalaman UB diharapkan dapat membantu peningkatan UTU di berbagi bidang, utamanya pada pengembangan bidang peternakan," ujar rekor UTU.

Dikatakan, potensi peternakan di Aceh sangat besar. Biasanya harga daging di Aceh jauh lebih tinggi dibanding daerah lain. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kesejahteraan masyarakat di sana.

BACA JUGA:FIA UB Perbarui Kurikulum, Mahasiswa Disiapkan Kuasai AI dan Fintech

"UTU merasa peduli untuk berpartisiapsi dan berperan untuk pemenuhan kebutuhan hasil peternakan tersebut. Semoga upaya UTU yang ingin berkolaborasi dengan UB dapat membawa manfaat bagi semua pihak,” ungkapnya. 

Sementara itu, Rektor UB menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan institusinya untuk memperluas kolaborasi. Ia menekankan bahwa pengembangan sektor peternakan tidak hanya berhenti pada produksi komoditas seperti daging atau susu. Tetapi juga dapat diperluas ke riset lanjutan, termasuk bidang biomolekuler dan rekayasa genetika.

BACA JUGA:UB Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami

“UB mempunyai program riset, pengembangan unit bisnis hingga pengembangan SDM pendidikan. UB akan siap membantu dan berkolaborasi dengan UTU untuk pengembangan bidang peternakan, pemulian hewan ternak hingga rekayasa genetika untuk meningkatkan hasil ternak di Aceh pada khususnya,” sambut Widodo.

UB memiliki ekosistem riset yang mencakup pengembangan unit bisnis hingga peningkatan sumber daya manusia di bidang pendidikan. Hal ini membuka peluang besar untuk kerja sama yang lebih komprehensif, mulai dari pemuliaan ternak hingga inovasi teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil peternakan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua institusi, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan sektor peternakan di daerah, khususnya di Aceh. Dengan sinergi yang terbangun, kedua universitas optimistis dapat mempercepat pengembangan riset sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Sumber: prasetya.ub.ac.id