FIA UB Perbarui Kurikulum, Mahasiswa Disiapkan Kuasai AI dan Fintech
FIA UB memperbarui kurikulum Administrasi Bisnis dengan integrasi AI, Fintech, dan bisnis berkelanjutan guna menyiapkan lulusan siap kerja di era digital.--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) memperbarui kurikulum Program Studi Administrasi Bisnis dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, serta prinsip bisnis berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
BACA JUGA:UB Tanam Pohon Langka, Perkuat Komitmen Kampus Hijau dan Mitigasi Iklim
Dalam keterangan resmi FIA UB yang diterima Disway Malang, Senin (20/4/2026), kebijakan tersebut dibahas dalam Rapat Pleno Silabus dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Melalui pembaruan ini, FIA UB ingin memastikan lulusan tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga memiliki kemampuan teknologi dan wawasan keberlanjutan.
Guru Besar Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia FIA UB Prof Dr Drs Kusdi Rahardjo DEA menyampaikan bahwa pengembangan Program Studi Administrasi Bisnis ke depan akan semakin fokus pada digitalisasi dan sustainability.
BACA JUGA:Ratusan Lansia Meriahkan Senam Bersama di UB, Program Lingkar Kampus Tuai Antusiasme
Menurutnya, seluruh mata kuliah diarahkan mendukung kekhasan program studi melalui tema AI, green marketing, green IT, hingga green finance. Nilai keberlanjutan juga diharapkan masuk dalam indikator kinerja pembelajaran.
Selain pembaruan materi, metode belajar juga diperkuat melalui porsi praktikum yang lebih besar. Salah satunya pada kesinambungan mata kuliah Riset Operasi Bisnis yang diajarkan manual dengan Business Analytics menggunakan perangkat digital seperti Excel. FIA UB juga mulai memperkenalkan mata kuliah baru Financial Technology (Fintech).
Dekan FIA UB Prof Dr Hamidah Nayati Utami SSos MSi turut mendorong penguatan internasionalisasi melalui program 3in1 dengan melibatkan dosen asing. Fakultas menargetkan kehadiran minimal 35 dosen asing serta mendorong dosen aktif menulis buku referensi melalui program insentif.
BACA JUGA:UB Gelar Workshop AITF Kedua untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital Berbasis Kecerdasan Buatan
Sebagai tindak lanjut, rapat pleno menyepakati penyusunan seluruh RPS baru dalam waktu satu minggu. Langkah ini menunjukkan keseriusan FIA UB dalam menyesuaikan sistem pembelajaran dengan kebutuhan era digital, sekaligus mempertahankan standar pendidikan nasional dan internasional.
Sumber:




