Kikil Lezat dan Kaya Kolagen, Simak Batasan Konsumsi menurut Ahli Gizi
Kikil atau tunjang kerap dikenal sebagai makanan yang kaya kolagen.--Freepik--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Kikil atau tunjang merupakan bagian jaringan ikat sapi berupa tulang rawan yang membungkus tulang maupun jari-jari kaki sapi tanpa bulu yang menempel di atasnya. Kaya kolagen, kandungan lemaknya relatif rendah dibandingkan beberapa bagian daging sapi, kerbau, atau kambing lainnya. Namun, konsumsi kikil tetap perlu dibatasi.
“Kikil memiliki rasa yang gurih dan mengandung gizi yang cukup tinggi, terutama protein. Protein pada kikil sebagian besar berbentuk kolagen,” ujar pakar gizi hasil ternak dan teknologi pangan dari Fakultas Peternakan IPB University Dr Astari Apriantini dikutip dari keterangan resmi IPB.
Dr Astari menjelaskan, sekitar 30 persen kandungan kolagen dapat ditemukan pada kikil hewan mamalia seperti sapi, kambing, dan kerbau. Dalam 100 gram kikil, kandungan protein dapat mencapai sekitar 96 persen, tidak mengandung karbohidrat, dan hanya sekitar empat persen lemak.
BACA JUGA:9 Daftar Promo Makanan Lebaran 2026, Ada Feel Matcha, Chikuro, hingga FamilyMart
Menurutnya, kandungan kalori kikil juga relatif lebih rendah dibandingkan daging sapi karena komposisinya lebih banyak terdiri atas air dan kolagen.
“Kalori pada kikil sekitar 146 kalori per 100 gram, sedangkan pada daging sapi berkisar antara 174 hingga 273 kalori,” jelasnya.
Selain protein, Dr Astari menuturkan, kikil juga mengandung sejumlah mineral penting seperti natrium, selenium, zat besi, kalium, dan kalsium.
“Selenium berperan penting dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh, zat besi membantu mencegah anemia. Sementara kalium berperan dalam menjaga fungsi saraf, kontraksi otot, serta detak jantung yang normal. Kalsium juga penting untuk menjaga kepadatan tulang dan kesehatan gigi,” urainya.
BACA JUGA:Eks Menag Yaqut Kembali Ditahan KPK di Rutan usai Status Tahanan Rumah saat Idul Fitri
Meski kaya kolagen, ia menjelaskan bahwa tubuh tidak dapat menyerap kolagen dari makanan dalam bentuk utuh. Kolagen harus dipecah terlebih dahulu menjadi peptida agar dapat diserap melalui usus.
“Peptida hasil pemecahan kolagen ini kemudian digunakan tubuh sebagai bahan penyusun protein, misalnya untuk membantu pembentukan kulit, rambut, dan kuku,” jelasnya.
Manfaat Kolagen
Kolagen sendiri diketahui memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, antara lain membantu menjaga elastisitas kulit, memperkuat tulang dan sendi, serta mendukung kesehatan rambut dan kuku.
Selain itu, kolagen juga berpotensi membantu mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kesehatan jaringan tubuh.
BACA JUGA:9 Serial Pendek Cocok Ditonton selama Arus Balik: Film lokal, Korea, hingga Peraih Emmy Award
Sumber: disway









