3 Maret Hari Satwa Liar Sedunia, Ini Daftar Hewan yang Terancam Punah di Indonesia
3 Maret diperingati sebagai Hari Satwa Liar Sedunia--
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Peringatan Hari Satwa Liar Sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Maret merupakan momentum global untuk merayakan keanekaragaman hayati yang menghuni planet ini.
Lebih dari sekadar perayaan, hari ini menjadi pengingat akan hubungan tak terpisahkan antara manusia dengan ribuan spesies fauna dan flora yang mendukung sistem kehidupan bumi.
Keberadaan satwa liar bukan hanya pemanis keindahan alam, melainkan fondasi bagi kestabilan ekosistem yang menyediakan udara bersih, air, hingga sumber pangan.
BACA JUGA:Paracetamol: Sahabat Manusia, Musuh Si Meong
Di tengah krisis biodiversitas yang semakin nyata, kesadaran kolektif untuk melindungi spesies yang terancam punah menjadi sangat krusial agar mata rantai kehidupan tetap terjaga.
Sejarah di Balik Pemilihan Tanggal 3 Maret
Pemilihan tanggal 3 Maret sebagai Hari Satwa Liar Sedunia tidak lepas dari peristiwa bersejarah pada tahun 1973. Pada tanggal tersebut, ditandatangani sebuah kesepakatan internasional yang dikenal sebagai CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).
Konvensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa perdagangan internasional spesimen satwa dan tumbuhan liar tidak mengancam kelangsungan hidup mereka di alam bebas.
Setelah puluhan tahun berjalan, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada sidangnya yang ke-68 tahun 2013 secara resmi memproklamasikan 3 Maret sebagai hari peringatan internasional.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen global untuk melawan kejahatan terhadap satwa liar dan meningkatkan upaya konservasi bagi spesies-spesies yang berada di ambang kepunahan.
Urgensi Menjaga Keseimbangan Ekosistem Global
Menjaga ekosistem tetap utuh adalah investasi jangka panjang bagi kelangsungan hidup umat manusia. Setiap satwa liar memiliki peran unik yang tidak tergantikan, mulai dari pemangsa yang mengendalikan populasi hama hingga hewan penyerbuk yang membantu reproduksi tanaman.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Polresta Malang Kota Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp94 Juta
Jika salah satu spesies hilang, maka akan terjadi efek domino yang mampu merusak keseimbangan rantai makanan secara keseluruhan.
Ekosistem yang sehat berfungsi sebagai benteng alami terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Hutan yang dihuni oleh satwa liar yang terjaga populasinya mampu menyerap karbon lebih efisien dan menjaga siklus air tetap stabil.
Sumber: berbagai sumber
