1 tahun disway

5 Januari Hari Burung: Sekitar Malang Raya Habitat Burung Terancam Punah, termasuk 'Burung Garuda Pancasila'

5 Januari Hari Burung:  Sekitar Malang Raya Habitat Burung Terancam Punah, termasuk 'Burung Garuda Pancasila'

Hari Burung Nasional 5 Januari menjadi pengingat ancaman kepunahan burung akibat deforestasi dan perdagangan satwa liar di Indonesia.-Elsa Amalia Kartika Putri-getty images

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Setiap tanggal 5 Januari, dunia memperingati Hari Burung Nasional (National Bird Day). Sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik akan perlindungan burung dan kelestarian habitatnya. Meski awalnya diinisiasi di Amerika Serikat, peringatan ini kini bergema secara global. Termasuk di Indonesia yang merupakan negara dengan kekayaan avifauna terbesar di dunia.

Hari Burung Nasional bukan sekadar merayakan keindahan sayap dan kicau. Namun juga menjadi alarm keras atas ancaman kepunahan yang terus membayangi ribuan spesies burung akibat kerusakan lingkungan dan perdagangan ilegal.

BACA JUGA:Tim Indonesia Juara Minecraft Mr Beast Gaming, Bangun Burung Garuda sampai Komodo, Kalahkan Wakil 8 Negara

Di tengah laju pembangunan dan eksploitasi alam, burung menjadi salah satu indikator paling sensitif atas kesehatan ekosistem. Ketika burung menghilang, alam sesungguhnya sedang memberi tanda bahaya.

Sejarah Hari Burung Nasional

Dilansir dari berbagai sumber, Hari Burung Nasional kali pertama diperingati pada tahun 2002, diprakarsai oleh Avian Welfare Coalition bekerja sama dengan Born Free USA. Tanggal 5 Januari dipilih bukan tanpa alasan, tetapi bertepatan dengan berakhirnya Christmas Bird Count. Sebuah survei tahunan berbasis partisipasi warga yang telah berlangsung lebih dari satu abad untuk memantau populasi burung liar.

Melalui Hari Burung Nasional, para aktivis konservasi ingin menyoroti nasib burung-burung yang hidup dalam sangkar serta mendorong perubahan cara pandang manusia. Dari mengeksploitasi burung sebagai peliharaan, menjadi menghargai keberadaannya di alam bebas.

Kampanye ini menegaskan bahwa burung bukan sekadar objek hiburan, melainkan makhluk hidup dengan peran vital dalam keseimbangan ekosistem.

Indonesia: Surga Burung yang Terancam


Peringatan Hari Burung Nasional menyoroti peran burung sebagai indikator ekosistem dan pentingnya konservasi avifauna Nusantara - Jalak Bali.-Elsa Amalia Kartika Putri-getty images

Indonesia tercatat memiliki lebih dari 1.800 spesies burung, dengan ratusan di antaranya bersifat endemik. Namun, banyak dari spesies tersebut kini berada di ambang kepunahan. Deforestasi, alih fungsi lahan, perburuan, dan perdagangan satwa liar menjadi ancaman utama yang terus menggerus populasi burung di Tanah Air.

BACA JUGA:Momen Hari Hewan, Kenali Fakta Menarik Burung Hantu: Lebih dari Sekadar Simbol Horor

Hari Burung Nasional menjadi pengingat bahwa krisis ini bukan isu jauh, melainkan realitas yang terjadi di sekitar kita, termasuk di Jawa Timur dan wilayah Malang Raya.

Burung Endemik di Sekitar Malang Raya


kawasan hutan di Malang juga menjadi rumah bagi Cucak Ijo Jawa--getty images

Malang dan kawasan sekitarnya, yang dikelilingi hutan pegunungan dan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, menjadi habitat penting bagi sejumlah burung endemik Pulau Jawa. Salah satu yang paling ikonik adalah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), burung pemangsa yang kerap disebut sebagai inspirasi Garuda Pancasila. Elang Jawa berstatus terancam punah, dengan populasi yang terus menurun akibat fragmentasi hutan.

Selain itu, kawasan hutan di Malang juga menjadi rumah bagi Cucak Ijo Jawa, Burung Kacamata Jawa, dan Jalak Suren Jawa. Meskipun masih dapat dijumpai, populasinya terus tertekan akibat perburuan dan perdagangan burung kicau. Keberadaan spesies-spesies ini menegaskan bahwa Malang memiliki tanggung jawab ekologis penting dalam menjaga keanekaragaman hayati Jawa.

Sumber: avian welfare coalition official website