Waspada Super Flu di Awal 2026, Influenza A H3N2 Subclade K Terdeteksi dan Menyebar di Indonesia
Virus influenza A H3N2 subclade K atau super flu terdeteksi di Indonesia. Kenali gejala, pola penularan, dan langkah pencegahannya.--getty images
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Awal tahun 2026 memunculkan perhatian baru di kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat umum terkait penyebaran virus influenza, terutama varian yang tengah ramai disebut sebagai “super flu”.
Istilah ini merujuk pada varian Influenza A (H3N2) subclade K, sebuah cabang mutasi dari virus Influenza A yang telah beredar luas secara global dan kini juga terdeteksi di Indonesia.
Apa Itu Virus Influenza dan Super Flu?
Virus influenza adalah patogen penyebab flu musiman yang infeksius dan umum terjadi setiap tahun. Virus ini dibedakan menjadi beberapa tipe, termasuk Influenza A dan Influenza B. Influenza A memiliki banyak subtipe, seperti H1N1 dan H3N2, yang mampu bermutasi dan beradaptasi dalam populasi manusia.
Istilah super flu muncul karena kekhawatiran atas kemunculan varian terbaru H3N2 subclade K yang menunjukkan penularan cepat di sejumlah negara selama musim flu belahan bumi utara akhir 2025.
Meski demikian, menurut otoritas kesehatan, varian ini belum menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan dibandingkan varian influenza musiman pada umumnya.
Deteksi dan Penyebaran di Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan bahwa Indonesia telah mendeteksi kasus H3N2 subclade K sejak akhir 2025. Berdasarkan data surveilans nasional yang dilakukan melalui sistem Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI), hingga akhir Desember 2025 tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.
Wilayah dengan jumlah kasus tertinggi meliputi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan sebagian besar kasus terjadi pada wanita dan anak-anak.
BACA JUGA:Bibir Lembut dan Sehat: 9 Rekomendasi Lip Balm Terbaik untuk Kulit Sensitif
Meski kasus ini terkadang disebut super flu dalam publikasi media dan media sosial. Otoritas kesehatan menekankan bahwa ini bukanlah penyakit baru atau berbeda secara mutlak dari flu musiman, melainkan sebuah subvarian yang terus dipantau melalui surveilans genomik di seluruh dunia.
Bagaimana Virus Ini Menular?
Virus influenza menyebar terutama melalui droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi tidak langsung ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajahnya (hidung, mulut, mata).
Gejala umum yang timbul dari infeksi influenza meliputi:
- Demam
- Batuk dan pilek
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sakit kepala
- Kelelahan
BACA JUGA:Mengenal Sosiopat: Ciri, Faktor Risiko, dan Penjelasan Klinis Antisocial Personality Disorder
Gejala ini umumnya mirip dengan flu biasa dan berlangsung 7–10 hari. Namun dapat lebih berat pada lansia, anak-anak, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Upaya Surveilans dan Respons Kesehatan
Indonesia menggunakan platform surveilans global seperti WHO’s Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) untuk memantau dinamika virus influenza di tingkat nasional dan internasional. Sistem ini membantu dalam deteksi dini, pelaporan, serta respons cepat terhadap perubahan pola penyebaran dan evolusi virus flu.
Sumber: world health organization (who)
