Wali Kota Malang Tinjau Stasiun, 8.638 Penumpang KA Diprediksi Berangkat–Datang Hari Ini
Wali Kota Malang Meninjau Ke Stasiun KAI Daop 8--
BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau kesiapan layanan kereta api di Stasiun Malang menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Tercatat sebanyak 8.638 penumpang diproyeksikan menggunakan layanan kereta api di wilayah Malang Raya pada Kamis (19/3).
Peninjauan dilakukan bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, jajaran Forkopimda, serta pihak terkait lainnya. Rombongan disambut manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya.
Fokus pengecekan meliputi kesiapan sarana dan prasarana, alur pelayanan penumpang, hingga aspek keselamatan dan keamanan operasional di stasiun.
BACA JUGA:26 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Sumatra, Puncak Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
“Persiapan sudah kami cek, mulai dari pelayanan, pengamanan, hingga fasilitas. Kami mengapresiasi kesiapan KAI dalam menghadapi lonjakan penumpang,” ujar Wahyu.
Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, dari total 8.638 penumpang tersebut, sebanyak 4.298 penumpang berangkat dan 4.340 penumpang datang di wilayah Malang Raya. Jumlah ini masih berpotensi bertambah hingga malam hari.
Secara kumulatif, selama periode 11–19 Maret 2026, KAI Daop 8 telah melayani 73.537 penumpang di Malang Raya, dengan rincian 43.091 penumpang berangkat dan 30.446 penumpang datang.
BACA JUGA:Prepekan: Tradisi Jelang Lebaran yang Masih Hidup di Jawa, Ini Makna dan Sejarahnya
Stasiun Malang menjadi titik tersibuk dengan total 63.272 penumpang, disusul Stasiun Kepanjen (4.723 penumpang), Stasiun Malang Kota Lama (3.771 penumpang), serta Stasiun Lawang dan Sumberpucung dengan total 1.771 penumpang.
Dari sisi penjualan tiket, hingga 19 Maret 2026, sebanyak 75.930 tiket telah terjual atau sekitar 56 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk selama masa Angkutan Lebaran (11 Maret–1 April 2026).
BACA JUGA:Dua Poin dalam Kesepakatan MABIMS Jadi Penentu Lebaran 20 atau 21 Maret 2026
EVP KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menyatakan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan kelancaran operasional selama masa mudik.
“Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga kelancaran Angkutan Lebaran,” ujarnya.
BACA JUGA:9 Amalan Sunnah Idul Fitri 2026, Makan sebelum Salat Id hingga Berjalan Kaki ke Tempat Salat
Sumber:
