1 tahun disway

CEO Instagram Soroti Bahaya Konten AI, Dorong Media Asli Bikinan Manusia Diberi 'Tandatangan'

CEO Instagram Soroti Bahaya Konten AI, Dorong Media Asli Bikinan Manusia Diberi 'Tandatangan'

CEO Instagram khawatir konten AI semakin merusak postingan di Instagram. --mashable--

MALANG, DISWAYMALANG.ID– Masa depan media sosial tengah dihadapkan pada tantangan serius seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

CEO Instagram Adam Mosseri memperingatkan bahwa membedakan konten autentik dengan konten buatan AI akan menjadi persoalan besar dalam waktu dekat. Menurutnya, tekanan terhadap platform digital untuk membantu pengguna mengenali keaslian konten akan terus meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan Mosseri melalui unggahan di Threads. Ia menilai, pada tahap awal, platform besar seperti Instagram masih mampu mendeteksi dan memberi label pada konten hasil AI.

Namun kemampuan itu diyakini akan semakin melemah seiring teknologi AI yang kian canggih dan mampu meniru realitas secara nyaris sempurna.

BACA JUGA:WhatsApp Uji Fitur AI untuk Status, Pengguna Bisa Edit Foto Langsung di Aplikasi

“Sudah ada semakin banyak orang yang percaya, seperti saya, bahwa akan lebih praktis untuk memberi fingerprint pada media asli ketimbang terus mengejar media palsu,” tulis Mosseri.

Pernyataan ini menandai perubahan pendekatan dalam menangani konten sintetis yang kian sulit dibedakan dengan konten nyata.

BACA JUGA:9 Rekomendasi Adapter dan Kabel iPhone MFi: Pilihan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Baterai

Mosseri menjelaskan, fingerprint tersebut idealnya dibuat sejak awal proses pengambilan gambar atau video. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan produsen kamera agar menyematkan tanda tangan kriptografis pada setiap hasil tangkapan.

Dengan begitu, akan tercipta rantai validasi atau chain of custody yang dapat memastikan keaslian sebuah konten sejak pertama kali dibuat.

“Produsen dapat menandatangani gambar secara kriptografis saat pengambilan, sehingga keaslian media bisa diverifikasi,” ujar Mosseri.

BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 Ultra Siap Meluncur Awal 2026, Kamera 200 MP dan AI Jadi Senjata Utama

Ia menegaskan bahwa pelabelan konten AI saja tidak cukup. Platform dan industri perangkat keras perlu bekerja sama untuk memastikan autentikasi media dilakukan sejak awal.

Selain soal teknologi, Mosseri juga menyoroti pentingnya transparansi identitas kreator. Menurutnya, penanda kredibilitas pembuat konten akan memengaruhi cara publik memaknai dan mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

“Kita perlu menampilkan sinyal kredibilitas tentang siapa yang memposting, agar orang bisa memutuskan siapa yang layak dipercaya,” tulisnya.

BACA JUGA:Deretan Smartphone Baru Siap Meluncur Januari 2026, dari Realme hingga Oppo

Isu ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap misinformasi, deepfake, dan manipulasi visual berbasis AI. Konten palsu yang terlihat meyakinkan berpotensi memicu kesalahpahaman publik, merusak reputasi individu, hingga memengaruhi opini publik dalam skala luas.

Bagi platform media sosial, gagasan fingerprint media autentik dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga kepercayaan pengguna. Alih-alih terus berlomba mengidentifikasi konten palsu yang terus berevolusi, pendekatan ini berfokus pada verifikasi sumber konten asli.

BACA JUGA:Bakso Malang Anomalies: Game Horor Indonesia di Roblox yang Viral di Dunia Internasional

Meski demikian, implementasi gagasan tersebut bukan tanpa tantangan. Standarisasi teknologi, keterlibatan produsen global, hingga isu privasi pengguna menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Namun Mosseri menilai langkah ini penting untuk memastikan ekosistem digital tetap sehat di era dominasi AI.

Dengan semakin kaburnya batas antara realitas dan rekayasa digital, pernyataan CEO Instagram ini menegaskan satu hal: masa depan media sosial tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan platform menjaga kepercayaan publik.

BACA JUGA: Infinix Note 60! Ponsel 5G Keren Mulai Rp2 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

 

Sumber: harian.disway.id