1 tahun disway

Advokat Ansor Siap Perkuat Akses Keadilan usai Pelatihan Lanjutan di Malang

Advokat Ansor Siap Perkuat Akses Keadilan usai Pelatihan Lanjutan di Malang

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PW GP Ansor Jawa Timur --

MERJOSARI, DISWAYMALANG.ID – Puluhan advokat muda yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PW GP Ansor Jawa Timur pulang dengan bekal baru usai mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) Advokat di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang. Pelatihan yang berlangsung Jumat (3/10) menjadi tonggak penting untuk memperkuat komitmen mereka dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat kecil.

Jika biasanya kegiatan hukum hanya dipandang kaku dan formal, kali ini nuansa berbeda terasa. Para peserta tidak sekadar belajar teori, tetapi juga dilatih menghadapi tantangan nyata di lapangan: mulai dari mendampingi warga dalam kasus perdata sederhana, hingga menyusun strategi pembelaan dalam perkara pidana. Hasilnya, mereka semakin percaya diri bahwa profesi advokat bukan hanya pekerjaan, melainkan panggilan untuk mengabdi pada keadilan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh setiap langkah penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang hukum, terutama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat kecil.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para advokat untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas wawasan. Sehingga, ke depan mereka semakin siap mendampingi masyarakat dalam memperoleh hak-hak hukum yang adil,” ujarnya.

Siap Perluas Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin

Dari rangkaian materi yang diberikan, peserta menekankan satu hal penting: ke depan mereka siap memperluas layanan bantuan hukum, khususnya bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan. LBH PW GP Ansor Jatim menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun jejaring advokat yang profesional sekaligus peduli sosial.


Hasil nyata yang ditekankan usai pelatihan adalah lahirnya komitmen bersama: meningkatkan kualitas pendampingan hukum, menjaga integritas advokat, serta menjadikan LBH Ansor sebagai garda terdepan pembelaan masyarakat.

“Pendampingan hukum yang kami berikan tidak berhenti di meja peradilan. Ada edukasi, ada advokasi, dan ada upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa hukum benar-benar bisa menjadi jalan keadilan,” ujar Dendy IF Selaku Ketua LBH Ansor Pusat.

Hasil pelatihan ini juga diharapkan berimbas langsung pada masyarakat. Dengan bekal yang lebih kuat, para advokat muda Ansor dapat memberikan layanan hukum yang lebih terarah, cepat, dan berpihak. Bagi warga kurang mampu, keberadaan LBH ini menjadi angin segar karena mereka bisa memperoleh bantuan hukum tanpa harus terbebani biaya tinggi.

Selain itu, melalui jejaring GP Ansor, advokat akan lebih mudah menjangkau berbagai wilayah hingga pelosok desa. Akses keadilan pun semakin terbuka luas.

Meski baru satu kali pelatihan lanjutan digelar di Malang, hasilnya dinilai cukup menjanjikan. Banyak peserta mengaku siap menerapkan ilmu dan pengalaman baru di tempat mereka bertugas.

Dengan semangat yang dibawa pulang, LBH PW GP Ansor Jatim kini berfokus pada satu misi: menghadirkan advokat yang bukan hanya mahir dalam hukum, tetapi juga teguh dalam membela masyarakat kecil. (ab)

Sumber: