Perbaikan Trotoar di Kota Malang Diprioritaskan di Lokasi Ramai Pejalan Kaki, Jalur Difabel Jadi Perhatian
Ilustrasi Jalan Trotoar Untuk Difable Warna Kuning--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) menyatakan bahwa perbaikan trotoar tahun ini difokuskan pada area yang banyak digunakan oleh pejalan kaki. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala DPUPRPKP Kota Malang, R. Dandung Djulharjanto.
“Jumlah pemakai trotoar di Kota Malang tidak begitu banyak. Jadi kami memprioritaskan lokasi-lokasi yang tingkat pemakaiannya tinggi. Jika trotoar digunakan untuk aktivitas lain yang tidak sesuai peruntukannya, maka belum menjadi prioritas perbaikan,” jelas Dandung, Selasa (8/7).
Ia mengungkapkan, perubahan kebiasaan masyarakat yang cenderung menggunakan kendaraan bermotor untuk jarak dekat turut memengaruhi rendahnya penggunaan trotoar di beberapa titik.
BACA JUGA:Apa Beda Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Ini Penjelasan Terbaru Istana!
Meski demikian, DPUPRPKP tetap merancang penataan ulang trotoar yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki, termasuk kelompok difabel. Menurutnya, penataan akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, terutama keberadaan pohon-pohon besar yang telah lama tumbuh sebelum pembangunan trotoar.
“Kami tidak bisa langsung menebang pohon demi penataan trotoar. Semua harus dipikirkan matang-matang. Tapi jalur difabel tetap kami fasilitasi karena itu sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan maupun Perda,” tegasnya.
Untuk Tahun Anggaran 2025, Dandung menyebut telah dialokasikan dana perbaikan trotoar, meski jumlah pastinya belum diingat secara rinci.
“Kalau tidak salah ada dua atau tiga lokasi yang menyasar pusat kota,” katanya.
Sementara terkait panjang trotoar yang akan diintervensi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Dandung mengaku tidak mengingat secara detail.
BACA JUGA:Ini Penjelasan Tentang Fenomena Aphelion yang Disebut-sebut Salah Satu Penyebab Mbediding
Anggaran Infrastruktur Rp40 M
Terkait kondisi infrastruktur, Dandung menjelaskan bahwa kerusakan jalan di Kota Malang bersifat fluktuatif dan dipengaruhi berbagai faktor. Seperti cuaca ekstrem dan kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.
“Beberapa drainase ambrol karena dipakai parkir truk besar seperti tronton. Ini sangat kami sayangkan,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa banjir masih akan terjadi, namun dengan intensitas yang menurun. Salah satu fokus penanganan banjir ada di kawasan Soekarno-Hatta, yang kini tengah menunggu pelaksanaan konstruksi saluran baru.
“Kemarin sudah dilakukan Pre-Construction Meeting (PCM). Kontrak pelaksanaannya sudah ditandatangani per 1 Juli lalu oleh Dinas PUPR Jatim. Mudah-mudahan bulan ini atau minggu depan sudah mulai konstruksi,” jelas Dandung.
Sumber:
