Kota Malang Ultah, Jes! Ini Sejarah dan Info-Info Penting Kota Malang

--
KOTA MALANG. DISWAYMALANG.ID--1 April 2025 ini bermakna penting bagi Kota Malang. Kota Bumi Arema ini merayakan hari jadi yang ke-111.
Pada usianya yang sudah lebih satu abad ini, Kota Malang terus berkembang. Salah satunya, menjadi salah satu Kota Pendidikan terpenting di Indonesia dengan lebih dari 60 perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru Nusantara.
Sebagai wilayah yang berada pada episentrum Malang Raya, Kota Malang juga menjadi pusat perdagangan, jasa dan destinasi wisata yang sangat strategis di Jawa Timur, serta menawarkan aksesibilitas dan akomodasi yang sangat baik.
Dengan potensi sumber daya manusia yang luar biasa, Kota Malang saat ini tumbuh sebagai Kota Kreatif yang dinamis. Sebuah kota dimana keberagaman dirawat dengan budaya dan toleransi.
Kota ini adalah tempat untuk setiap insan menggapai potensi terbaiknya. Rumah dimana cerita menjadi sejarah panjang perjalanan Kota Malang.
Sejarah Kota Malang
Masa Kerajaan
Merunut sejarah panjang Kota Malang, berdasarkan prasasti Prasasti Kanjuruhan atau disebut juga Prasasti Dinoyo, dapat ditafsirkan bahwa pada pertengahan abad VIII Masehi telah berdiri satu pusat pemerintahan yang berbentuk kerajaan, yakni Kanjuruhan yang dipimpin oleh raja bijaksana bernama Deva Singha yang memiliki putra bernama Liswa/Limwa.
Setelah Raja Deva Singha wafat, kedudukannya digantikan oleh Liswa/Limwa yang kemudian bergelar Gajayana. Di masa kepemimpinan Raja Gajayana inilah Kanjuruhan yang merupakan cikal bakal Malang mengalami masa keemasan.
Masa Kolonial
- Tahun 1767 Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC (Kompeni) menguasai wilayah Malang
- Tahun 1821 kedudukan Pemerintah Belanda dipusatkan di sekitar Kali Brantas
- Tahun 1824 Malang mempunyai Asisten Residen
- Tahun 1882 rumah-rumah di bagian barat kota didirikan dan alun-alun dibangun.
- 1 April 1914, Malang ditetapkan sebagai Gemeente (Kotapraja)
- 1 Juli 1919, H. I. Bussemaker menjadi Burgemeester (wali kota) pertama
- 7 Juni 1937 Nomor AZ 407/43 dan disahkan oleh Gouvernemen Besluit Nomor 27 tanggal 25 April 1938, Kota Malang memiliki lambang dan semboyan Malang Nominor, Sursum Moveor’ yang berarti Malang Namaku, Maju Tujuanku
- 8 Maret 1942 Malang diduduki Jepang
Masa Kemerdekaan
- 21 September 1945 Malang menjadi bagian wilayah Republik Indonesia
- 22 Juli 1947 Malang diduduki Belanda (Agresi Militer)
- 2 Maret 1950 Pemerintah Republik Indonesia kembali memasuki Kota Malang.
- 20 Mei 1953 Presiden Soekarno meresmikan Aloon-Aloon Boender atau disebut juga Aloon-Aloon Toegoe
- 30 Oktober 1951 lambang Kota Malang berganti berbentuk Burung Garuda yang membentangkan sayapnya berwarna kuning emas
- Di tahun 1964, lambang ketiga Malang ditetapkan yang berlaku hingga saat ini dengan semboyan Malangkuçeçwara yang bermakna Tuhan menghancurkan yang bathil, menegakkan yang benar
Masa 70-an s/d 80-an
Di tahun 1962, dalam Sidang Paripurna DPR Gotong Royong Kotapraja Malang, perencanaan pembangunan Kota Malang diarahkan menjadi Kota Pendidikan/Kota Pelajar, Kota Pariwisata dan Kota Industri. Tiga pokok yang menjadi cita-cita masyarakat Kota Malang yang harus dibina dan kemudian disebut sebagai Tri BIna Cita Kota Malang
Masa Kini
1 Januari 2001 menjadi Pemerintah Kota Malang
Demografi
Sumber: