1 tahun disway

112 Tahun Kota Malang: Menuju Kota Berdaya Saing Global

112 Tahun Kota Malang: Menuju Kota Berdaya Saing Global

Alun-Alun Tugu Malang di depan Kantor Balai Kota Malang, -dok. humas pemkot--

Kedua, Pemerintah Kota Malang perlu mendorong transformasi dari kota jasa menjadi kota talenta dan kota inovasi. Ini artinya orientasi pembangunan tidak boleh hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga investasi besar pada sumber daya manusia muda. Kota Malang harus berani menjadi pusat pengembangan creative digital economy, industri konten, desain, animasi, teknologi pendidikan, industri halal kreatif, dan kewirausahaan berbasis kampus. Dengan jumlah mahasiswa dan anak muda yang besar, Malang seharusnya bisa menjadi “laboratorium masa depan” Indonesia, bukan sekadar kota transit pendidikan yang ditinggalkan setelah lulus.

Ketiga, program pemberdayaan seperti RT Berkelas harus dinaikkan levelnya menjadi ekosistem ketahanan sosial-ekonomi berbasis lingkungan. Bayangkan jika setiap RT di Kota Malang memiliki satu program unggulan yang terukur: RT tangguh pangan, RT digital, RT ramah lansia, RT bebas stunting, RT hijau, RT UMKM ekspor, atau RT aman bencana. Jika ini dirancang dengan dashboard evaluasi yang baik, maka Kota Malang bisa menjadi model nasional tentang bagaimana pembangunan kota dibangun dari bawah, dari unit sosial terkecil, tetapi dengan orientasi modern dan berdampak.


Inovasi layanan publik di Puskesmas Dinoyo dengan menghadirkan robot yang dilengkapi AI. -dok. humas pemkot malang--

Keempat, Malang perlu lebih serius membangun kemandirian fiskal daerah. Ketergantungan berlebihan pada transfer dan pola pembiayaan konvensional akan membatasi ruang lompatan pembangunan. Pemerintah Kota perlu memperluas basis pendapatan secara kreatif dan berkeadilan melalui penguatan ekonomi kreatif, event city branding, optimalisasi aset daerah, kemitraan investasi, serta digitalisasi tata kelola pajak dan retribusi yang lebih cerdas. Dalam pembahasan RPJMD, dorongan menuju kemandirian fiskal melalui optimalisasi potensi daerah, terutama ekonomi kreatif, juga telah menjadi perhatian penting.

Usia 112 Tahun, Fase Kedewasaan Kota Malang

Pada akhirnya, usia 112 tahun harus dibaca sebagai fase kedewasaan Kota Malang. Kota ini sudah punya identitas, punya sejarah, punya energi sosial, dan punya daya tarik. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk naik kelas: dari kota yang disukai menjadi kota yang disegani; dari kota yang ramai menjadi kota yang tertata; dari kota yang penuh potensi menjadi kota yang benar-benar mampu mengonversi potensinya menjadi kesejahteraan bersama.

Pada akhirnya, harapan kita terhadap Kota Malang bukan semata-mata agar menjadi kota yang berkembang, tetapi kota yang visioner, inklusif, inovatif, dan memiliki daya saing yang kuat di masa depan. Kota yang tidak hanya nyaman bagi generasi hari ini, tetapi juga mampu menyiapkan fondasi yang kokoh untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Di usia ke-112 ini, Kota Malang patut merayakan capaian dan identitasnya, namun pada saat yang sama juga perlu terus meneguhkan arah pembangunan ke depan. Sebab, dalam dinamika zaman yang terus berubah, masa depan akan lebih berpihak kepada kota-kota yang mampu belajar, berbenah, dan bertransformasi secara tepat.

Selamat Ulang Tahun ke-112, Kota Malang.

Semoga tetap menjadi kota yang berkarakter,  bermartabat, dan berdaya saing global.

* Penulis adalah dosen, ketua Program Studi S2 Magister Administrasi Publik, FIA, UB

 

Sumber: