81 tahun RI Disway

Suhu Aspal Silverstone Tembus 48 Derajat, Veda Ega Pratama Hadapi Tantangan Berat

Suhu Aspal Silverstone Tembus 48 Derajat, Veda Ega Pratama Hadapi Tantangan Berat

Suhu aspal Silverstone mencapai sekitar 48 derajat Celsius saat Veda Ega Pratama finis P9 Moto3 GP Inggris 2026 dan menghadapi degradasi ban.-Yt MotoGp Id-Yt MotoGp Id

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Suhu aspal yang mencapai sekitar 48 derajat Celsius menjadi salah satu tantangan Veda Ega Pratama saat menjalani balapan Moto3 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Kondisi tersebut membuat pengelolaan ban menjadi faktor penting sepanjang perlombaan.

Veda Ega Pratama akhirnya finis di posisi kesembilan setelah menyelesaikan balapan dengan selisih sekitar 12 detik dari David Almansa yang menjadi pemenang. Hasil tersebut tetap membuat Veda membawa pulang tambahan poin dari seri Inggris.

Kondisi Silverstone membuat balapan tidak hanya menuntut kecepatan. Pembalap juga harus mampu menjaga kondisi ban ketika temperatur lintasan meningkat. Bagi Veda dan Honda Team Asia, karakter tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi setelah balapan.

Aspal Panas Menguji Ban

Silverstone dikenal sebagai salah satu sirkuit terpanjang dalam kalender MotoGP dengan panjang sekitar 5,9 kilometer. Karakter lintasannya memiliki kombinasi tikungan cepat dan sektor lurus panjang yang membuat ban bekerja keras.

Dalam materi analisis balapan Veda, suhu aspal disebut mencapai sekitar 48 derajat Celsius. Temperatur tinggi dapat meningkatkan beban terhadap kompon ban, terutama ketika pembalap terus mempertahankan kecepatan dalam banyak lap.

Situasi tersebut membuat strategi penggunaan ban menjadi penting. Pembalap tidak hanya harus mengejar waktu tercepat pada awal lomba, tetapi juga memastikan ban masih memiliki performa yang cukup ketika memasuki fase akhir.

Veda Sempat Menjaga Ritme

Pada lap-lap awal, Veda mampu mempertahankan catatan waktu di kisaran 2 menit 11 detik. Ia juga terlibat dalam persaingan di kelompoknya untuk mempertahankan posisi dan mengejar pembalap di depan.

Namun, karakter balapan berubah ketika kondisi ban mulai mengalami penurunan. Berdasarkan analisis yang disampaikan, Veda menggunakan kombinasi ban soft untuk bagian depan dan belakang.

Pilihan tersebut dapat memberikan grip yang baik pada fase awal. Akan tetapi, ketika temperatur aspal tinggi dan beban terhadap ban terus meningkat, performanya dapat menurun lebih cepat.

Memasuki paruh kedua balapan, catatan waktu Veda mulai bergerak ke kisaran 2 menit 12 detik hingga mendekati 2 menit 13 detik.

Grip Ban Belakang Menjadi Perhatian

Penurunan grip pada ban belakang menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Ketika traksi berkurang, pembalap tidak bisa membuka gas dengan cara yang sama seperti saat kondisi ban masih optimal.

Situasi tersebut juga berpengaruh terhadap cara pembalap memasuki dan keluar tikungan. Veda harus menjaga motor agar tetap stabil sekaligus mempertahankan kecepatan yang cukup untuk mengamankan posisi.

Dalam kondisi seperti itu, kehilangan waktu tidak selalu terjadi dalam satu tikungan. Selisih kecil pada beberapa tikungan dapat terakumulasi sepanjang satu lap dan akhirnya berpengaruh terhadap waktu total balapan.

Karena itu, degradasi ban menjadi salah satu faktor yang dapat menjelaskan mengapa ritme Veda pada fase akhir tidak lagi sama dengan catatan waktunya di awal lomba.

Grup Depan Berlari Lebih Cepat

Sumber: yt motogp id