81 tahun RI Disway

Pacho Rubio dan Rodrigo Araya, Duo Chile yang Jadi Ikon Arema Era 1999/2000

Pacho Rubio dan Rodrigo Araya, Duo Chile yang Jadi Ikon Arema Era 1999/2000

Arema Malang asal Chile, Francisco "Pacho" Rubio,-ist-Blog kosim Junaedi

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Dalam sejarah panjang Arema, ada satu periode ketika dua pemain asal Chile meninggalkan jejak yang begitu kuat di hati Aremania. Mereka adalah Francisco Javier Rodríguez Rubio alias Pacho Rubio dan Rodrigo Fabián Araya Moreno.

Keduanya sama-sama memperkuat Arema pada era Liga Indonesia 1999/2000. Pacho beroperasi sebagai penyerang, sedangkan Araya merupakan gelandang yang dikenal memiliki kemampuan mengatur permainan. Kombinasi karakter keduanya membuat Arema memiliki kekuatan berbeda di lini depan.

Bagi Aremania, Pacho dan Araya bukan sekadar legiun asing. Keduanya kemudian menjadi bagian dari memori penting perjalanan Singo Edan pada penghujung dekade 1990-an.

Pacho Rubio, Si Bengal yang Jadi Idola

Pacho Rubio merupakan pemain asal Chile yang dikenal memiliki karakter keras dan temperamental di lapangan. Julukan "Bad Boy" bahkan melekat kuat pada dirinya.

Namun, di balik sifat meledak-ledaknya, Pacho memiliki kemampuan teknis yang membuatnya begitu dicintai Aremania. Ia dikenal sebagai penyerang yang memiliki tendangan keras, kemampuan mencetak gol, dan keberanian berduel dengan pemain belakang lawan.

Pada Liga Indonesia 1999/2000, Pacho bergabung dengan Arema pada putaran kedua. Dalam catatan pertandingan WeAremania, ia mencetak delapan gol di kompetisi tersebut. Sementara sumber Bola.com menyebut total kontribusinya bersama Arema pada periode fenomenalnya mencapai 10 gol, termasuk tiga gol pada babak delapan besar.

Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika Arema menghadapi Persikota Tangerang dan mencatat kemenangan 3-1. Pacho mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.

Rodrigo Araya, Pengatur Serangan dari Chile

Jika Pacho dikenal sebagai sosok eksplosif di lini depan, Rodrigo Araya memiliki karakter berbeda.

Araya merupakan gelandang asal Santiago, Chile, yang datang ke Indonesia pada 1994 dan kemudian bergabung dengan Arema pada 1999. Ia dikenal memiliki umpan terukur dan kemampuan mengatur serangan.

Pada Liga Indonesia 1999/2000, Araya mencetak tujuh gol untuk Arema berdasarkan catatan pertandingan WeAremania. Dua golnya tercipta saat Arema menang 2-0 atas Gelora Dewata pada November 1999.

Araya juga dua kali membobol gawang PSIS dalam kemenangan Arema 3-2 pada 28 Mei 2000. Ia mencetak gol pada menit ke-31 dan 74 melalui penalti.

Kombinasi Araya dan Pacho Jadi Kenangan

Keduanya bukan hanya sama-sama pemain asing dari Chile. Di lapangan, Araya dan Pacho juga memiliki hubungan permainan yang saling melengkapi.

Araya dikenal sebagai pengumpan yang mampu membuka ruang, sedangkan Pacho menjadi pemain yang mengandalkan kemampuan penyelesaian akhir. Arsip komunitas Aremania bahkan mencatat salah satu gol Pacho lahir melalui sundulan setelah menerima assist dari Araya.

Hubungan tersebut membuat duet keduanya menjadi salah satu kombinasi pemain asing yang mudah dikenang dalam sejarah Arema.

Seorang Aremania Korwil Sumbersari, Anto, juga mengenang keduanya sebagai pasangan yang saling melengkapi.

Sumber: berbagai sumber

Berita Terkait