Cedera Marc Marquez Ternyata Mengerikan, Saraf Terjepit dan Risiko Permanen Bikin Ducati Cemas
Cedera Marc Marquez ternyata lebih parah dari dugaan. Saraf terjepit akibat baut bergeser bikin Ducati khawatir risiko permanen.-SC YouTube-SC YouTube
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Cedera Marc Marquez ternyata jauh lebih serius dari yang diperkirakan sebelumnya. Pembalap Ducati itu disebut mengalami gangguan saraf akibat pergeseran baut di area bahu usai insiden keras dengan Marco Bezzecchi. Kondisi tersebut membuat performa Marc Marquez menurun drastis dan bahkan memunculkan risiko kerusakan permanen.
Kabar mengenai cedera Marc Marquez menjadi perhatian besar di dunia MotoGP setelah muncul penjelasan detail terkait saraf yang tertekan akibat baut bergeser sekitar 2 milimeter. Pergeseran kecil itu ternyata berdampak besar terhadap koneksi saraf antara otak dan tangan sang pembalap.
Situasi ini membuat Marc Marquez kesulitan mengontrol motor secara konsisten. Ia mengaku sering merasa tangannya tidak sinkron dengan apa yang diperintahkan otak saat membalap di lintasan.
Baut Bergeser 2 Milimeter Jadi Awal Masalah
Cedera Marc Marquez bermula setelah dirinya terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi. Benturan keras disebut menyebabkan baut di area bahu bergeser hingga menekan saraf utama.
Saraf yang disebut mengalami tekanan itu dikenal sebagai nervo mediano atau saraf median. Saraf ini memiliki fungsi vital karena menghubungkan otak dengan pergerakan tangan dan jari.
Akibat tekanan tersebut, Marc Marquez mulai mengalami berbagai gejala aneh. Mulai dari tangan terasa kaku, kehilangan sensitivitas, hingga kesulitan mengontrol kekuatan pengereman dan bukaan gas motor MotoGP.
Dalam beberapa balapan terakhir, gejala itu terlihat jelas. Marquez sempat tampil luar biasa di sesi awal dengan mencetak catatan waktu impresif, namun performanya tiba-tiba menurun drastis beberapa jam kemudian.
Marc Marquez Akui Sulit Mengendalikan Motor
Marc Marquez mengaku merasakan sesuatu yang tidak normal sejak beberapa seri lalu. Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya tidak mampu tampil konsisten di atas motor.
Ia menjelaskan bahwa saraf yang terganggu menyebabkan respons tangan tidak selalu sesuai dengan instruksi dari otak. Kondisi itu sangat berbahaya untuk pembalap MotoGP yang harus mengambil keputusan dalam sepersekian detik.
“Kadang semuanya terasa normal, tapi saat dibutuhkan justru saraf gagal berfungsi,” ungkap Marquez dalam penjelasannya.
Situasi tersebut juga disebut menjadi penyebab beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Marquez di lintasan, termasuk kecelakaan yang membuat tulang metatarsal kakinya patah dan harus menjalani operasi tambahan.
Ducati Khawatir Cedera Bisa Permanen
Cedera saraf memang dikenal lebih kompleks dibanding patah tulang biasa. Proses pemulihan bisa berlangsung lama dan hasil akhirnya tidak selalu pasti.
Tim Ducati Lenovo Team disebut cukup khawatir karena tekanan saraf yang berlangsung terlalu lama berpotensi menyebabkan kerusakan permanen.
Dokter yang menangani Marquez sudah melakukan tindakan operasi untuk mengurangi tekanan pada saraf tersebut. Baut yang bergeser disebut telah dilepas agar saraf bisa kembali normal.
Sumber: youtube




